Iran dan Turki Bersama Mengecam Normalisasi Hubungan UEA dengan Israel

0
73

Teheran, LiputanIslam.com –   Iran dan Turki membuat pernyataan bersama yang menekankan dukungan keduanya kepada Palestina dan mengecam normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel, selain menekankan komitmen untuk kerjasama dan koordinasi dalam penumpasan kelompok-kelompok bersenjata, termasuk pemberontak Kurdi.

Pernyataan bersama itu dirilis setelah pertemuan tingkat tinggi Dewan Kerja Sama Iran-Turki, yang diadakan melalui konferensi video, yang diketuai oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Selasa (8/9/2020).

Di bidang ekonomi, kedua pihak memperbarui komitmen pengembangan wilayah kerja sama baru untuk mengubah arah penurunan volume perdagangan antara keduanya akibat kondisi global, termasuk pandemi Covid-19.

Kedua belah pihak juga menekankan pentingnya penguatan kerjasama dalam penanggulangan pandemi tersebut, terutama dalam penyediaan perbekalan kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan bagi warga kedua negara.

Pernyataan bersama Iran-Turki juga menekankan komitmen keduanya pada persatuan, kedaulatan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah Suriah.

Kedua negara menyatakan optimis bahwa konflik Suriah dapat diselesaikan melalui proses politik yang sesuai dengan perjanjian jalur Astana dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.

Mengenai Palestina, keduanya menegaskan dukungan kepada bangsa tertindas itu dalam menghadapi upaya beberapa negara untuk melemahkan perjuangan mereka.

Teheran dan Turki menekankan keharusan berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukotanya, dalam bingkai solusi yang adil, komprehensif, dan permanen untuk konflik Israel-Palestina.

Dalam pertemuan itu Presiden Rouhani mengatakan bahwa Iran dan Turki harus mengambil keputusan bersama tentang masalah Palestina dan perjanjian normalisasi hubungan Uni Emirat Arab UEA dengan Israel.

“Ada kebutuhan bagi Iran dan Turki untuk mengambil keputusan bersama tentang masalah Palestina dan perjanjian berbahaya UEA dengan Rezim Zionis,” ujar Rouhani.

Dia menambahkan, “Dua negara ini merupakan dua kekuatan besar di kawasan ini. Permusuhan serta kebencian terhadap keduanya selalu ada dan masih ada sampai sekarang. Tidak ada cara selain memperkuat hubungan persahabatan antara keduanya untuk mengatasi persekongkolan itu.”

Di pihak, Presiden Erdogan mengatakan, “Kesepakatan beberapa negara di kawasan ini dengan entitas Zionis jelas merupakan pengkhianatan terhadap dunia Islam dan kita semua harus tetap setia pada perjuangan Palestina.”

Dia juga menekankan bahwa dialog Turki-Iran memiliki peran penting dalam menyelesaikan banyak masalah regional. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Faksi-Faksi Palestina Kecam “Para Syeikh Kerajaan” Saudi dan Emirat

Turki Kecam Pembatalan Hukuman Mati Para Pembunuh Jamal Khashoggi

DISKUSI: