Iran dan Saudi Dikabarkan Berunding Langsung di Baghdad untuk Perbaikan Hubungan

0
336

Teheran, LiputanIslam.com –   Seorang pejabat senior Iran dan dua sumber lain di kawasan Teluk Persia dikabarkan telah memberitahu bahwa para pejabat Iran dan Saudi telah mengadakan perundingan langsung pada bulan ini dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua negara di tengah upaya AS untuk mengaktifkan kembali perjanjian nuklir Iran dan menyudahi perang di Yaman.

Disebutkan bahwa seorang pejabat Iran dan satu di antara dua sumber lain itu mengatakan bahwa pertemuan yang diadakan di Irak pada 7 April tidak menghasilkan jalan keluar dari kebuntuan.

Kabar simpang siur mengenai pembicaraan langsung antara Teheran dan Riyadh itu dilaporkan pertama kali oleh surat kabar Financial Times (FT), Ahad (18/4).

Satu sumber lain menyebutkan bahwa pertemuan itu berfokus pada isu Yaman di mana pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi sejak Maret 2015 sampai sekarang gencar memerangi gerakan Ansarullah (Houthi) yang didukung Iran.

Menurut FT, pejabat Iran itu mengatakan bahwa pertemuan itu diadakan atas permintaan Irak.

“Ini adalah pertemuan tingkat rendah untuk menyingkap apakah ada cara untuk meredakan ketegangan yang ada di kawasan itu,” imbuhnya.

Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi bulan ini telah mengadakan pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman serta mengunjungi UEA.

Sumber regional kedua mengatakan pembicaraan itu juga menyinggung persoalan Lebanon, yang sedang mengalami kevakuman politik di tengah krisis keuangan yang memburuk.

Negara-negara Arab Teluk kecewa terhadap meningkatnya peran kelompok pejuang Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.

Otoritas Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters, sementara Financial Times mengutip pernyataan seorang pejabat senior Saudi yang menyangkal pembicaraan apa pun  negara kerajaan ini dengan Iran.

Seorang diplomat Barat di kawasan mengatakan AS dan Inggris sebelumnya sudah mengetahui pembicaraan Saudi-Iran “tetapi belum melihat hasil apa pun.”

Sementara itu, sumber anonim Iran kepada saluran Al-Mayadeen yang berbasis di Libanon, Ahad, menepis kabar pembicaran Iran-Saudi tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran pada Januari 2016 setelah kedutaan besarnya di Teheran diserbu demonstran yang mengecam eksekusi seorang ulama Syiah di Riyadh. (mm/raialyoum/fna)

Baca juga:

Iran: Sebaiknya Liga Arab dan GCC Khawatirkan Nuklir Israel

Saham Raksasa Minyak Saudi Jatuh Akibat Serangan Rudal Yaman

DISKUSI: