Saham Raksasa Minyak Saudi Jatuh Akibat Serangan Rudal Yaman

0
408

Riyadh,LiputanIslam.com-Kemenlu AS memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Saudi, menyusul keberhasilan Tentara dan Komite Rakyat Yaman melancarkan serangan rudal dan drone Yaman ke sejumlah titik vital Saudi pada Kamis (15/4) lalu.

Travel Warning ini dikeluarkan lantaran meningkatnya operasi Tentara dan Komite Rakyat Yaman di kedalaman wilayah Saudi, terutama di sekitar pangkalan militer dan perbatasan selatan.

Situs 26September melaporkan, operasi-operasi Angkatan Bersenjata Yaman telah mendorong Washington meningkatkan level peringatan terkait kunjungan ke Saudi. Kemenlu AS dalam statemennya mengakui, serangan rudal dan drone masih menjadi ancaman besar, terutama bagi para penduduk di dekat pangkalan militer dan daerah perbatasan Yaman.

Di sisi lain, Reuters mengabarkan, nilai saham perusahaan Aramco turun setelah tersiarnya kabar serangan rudal ke situs dan fasilitas Aramco di Jizan. Padahal saham perusahaan-perusahaan di negara-negara Teluk Persia memiliki nilai transaski yang bagus.

“Nilai saham raksasa minyak Aramco (SE.2222) jatuh 0.3 persen, menyusul penegasan Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree terkait serangan rudal dan drone pada Kamis dini hari ke sejumlah kawasan vital di Jizan, termasuk perusahaan Aramco”, tulis Reuters.

Menurut sejumlah sumber, serangan itu menyebabkan kebakaran di 5 tempat penyimpanan produksi komoditas minyak Aramco.

Saree mengumumkan, Satuan Rudal dan Drone Yaman melakukan operasi gabungan, dengan menembakkan 11 rudal dan drone yang menyasar Aramco, sistem pertahanan Patriot, dan target-target penting di Jizan.

Saree menyatakan, Aramco dan sejumlah target lain diserang dengan 7 rudal jenis Saeer dan Badr. Rudal-rudal itu menghantam target dengan akurat, sehingga menyulut kebakaran besar di Aramco. (af/fars)

Baca Juga:

UEA Ucapkan Selamat kepada Israel pada Peringatan Pendudukan Palestina, Warganet Arab Geram

Yaman: Tanker Minyak Masih Ditahan Koalisi Saudi

DISKUSI: