Iran dan Korsel Saling Panggil Dubes  Akibat Pernyataan Presiden Korsel tentang Iran

0
148

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol

AbuDhabi, LiputanIslam.com Korea Selatan (Korsel) dan Iran telah memanggil duta besar masing-masing di tengah perselisihan diplomatik yang dipicu oleh tindakan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol menyebut  Iran sebagai “musuh” bagi Uni Emirat Arab (UEA) dan sebanding dengan ancaman yang ditimbulkan oleh Korut.

Saat mengunjungi pasukan khusus Korsel yang ditempatkan di Abu Dhabi pada hari Senin lalu, Yoon menyebut UEA sebagai “negara saudara” Korsel yang terikat oleh kerja sama ekonomi dan militer yang berkembang.

Yoon kemudian membandingkan ancaman yang dihadapi UEA dari Iran dengan ancaman yang dihadapi Korsel dari Korut yang bersenjata nuklir.

“Musuh UEA, negara yang paling mengancam, adalah Iran, dan musuh kami adalah Korea Utara,” kata Yoon.

Pernyataan Yoon ini memicu tanggapan keras dari kementerian luar negeri Iran, yang mengaku sedang menyelidiki “pernyataan campur tangan” Yoon.

Wamenlu Iran urusan hukum, Reza Najafi, memanggil duta besar Korsel pada hari Rabu lalu untuk memprotes pernyataan Yoon.

Najafi juga menuduh Seoul melakukan “pendekatan tidak bersahabat” terhadap Iran, dan menyinggung masalah pembekuan dana Iran di bank-bank Korea Selatan. Iran telah berulang kali menuntut agar Seoul melepaskan sekitar $7 miliar dananya yang dibekukan di bawah sanksi AS.

Di pihak lain, Wamenlu Pertama Korsel Cho Hyun-dong, Kamis, memanggil duta besar Iran Saeed Badamchi Shabestari untuk menjelaskan sikap Seoul “sekali lagi.”

Jubir kementerian Lim Soo-suk dalam sebuah pengarahan mengatakan,  “Seperti yang kami jelaskan beberapa kali, komentar (Yoon) yang dilaporkan dimaksudkan untuk mendorong pasukan kami menjalankan tugas mereka di UEA, dan tidak ada hubungannya dengan hubungan luar negeri Iran, termasuk hubungan Korsel-Iran.”

Dia menambahkan, “Keinginan pemerintah kami untuk mengembangkan hubungan dengan Iran tetap tidak berubah.”

Menurut Kantor Berita Korsel Yonhap, Kemlu negara ini telah menekankan bahwa komentar Yoon “tidak relevan” dengan hubungan Seoul-Teheran, dan karena itu mendesak Iran agar tidak melakukan “penafsiran berlebihan yang tidak perlu”.

Lawan politik Yoon di Korsel menyebut peristiwa ini sebagai “bencana diplomatis”, dan pertengkaran itu terjadi saat UEA berupaya mengelola hubungannya dengan Iran, yang merupakan mitra bisnis penting.

UEA menampung sekitar 3.500 tentara AS dan telah menghabiskan miliaran dolar untuk membeli sistem rudal permukaan-ke-udara Korsel sebagai sarana untuk melindungi diri dari serangan udara, terutama serangan drone jarak jauh Ansarullah Yaman yang didukung Iran. (mm/aljazeera)

Baca juga:

IRGC Dicap Teroris oleh Parlemen Eropa, Ini Tanggapan Keras Militer Iran

Kecam UE, Raisi: Terorisasi IRGC karena Eropa Putus Asa terhadap Piagam PBB

DISKUSI: