Iran Beri Peringatan Keras kepada Trump Terkait Kesiapan Pasukan AS untuk “Misi Militer”

0
238

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemerintah Iran mengeluarkan sebuah statemen berisi peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah pasukan AS mengumumkan kesiapannya menjalan misi militer.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, Kamis (24/12), memperingatkan bahwa Teheran menganggap pemerintah AS bertanggung jawab atas akibat dan konsekuensi setiap “tindakan bodoh” yang mungkin diambil AS dalam situasi sekarang.

Sebelumnya, Trump menuduh Iran berada di balik serangan roket terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pada Ahad lalu.

Militer AS Rabu lalu juga membagikan klip video yang memperlihatkan latihan militer Angkatan Laut AS, yang disebut-sebut sebagai persiapan untuk operasi yang akan datang.

Khatibzadeh menegaskan, “Pernyataan dan tuduhan berulang, tidak berdasar, dan dibuat-buat dapat dievaluasi dalam kerangka tuduhan palsu yang biasa dilakukan Gedung Putih dengan tujuan menutupi kondisi sulit yang dihadapi Trump.”

Dia menambahkan, “Sebagaimana telah kami katakan sebelumnya, reaksi Iran terhadap terorisme AS akan terbuka, berani dan setimpal. Karena itu rezim Amerika lebih baik menggunakan skenario yang lebih dapat diterima dalam upaya membenarkan hasutannya.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengingatkan Trump agar “menghindari ketegangan dan petualangan berbahaya di hari-hari terakhirnya di Gedung Putih.”

“Republik Islam Iran menganggap pemerintah AS bertanggungjawab atas segala resiko dan dampak setiap langkah bodoh pada situasi sekarang,” tegas Khatibzadeh.

Senin lalu, komandan pasukan AS di Timur Tengah, Jenderal Frank MacKenzie, mengumumkan bahwa negaranya “siap menanggapi” jika Iran menyerangnya pada peringatan tahun pertama pembunuhan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi (IGRC) Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

“Kami siap membela diri kami sendiri, teman-teman kami, dansekutu kami di kawasan, dan kami siap menanggapi jika perlu,” katanya kepada wartawan.

Dia menambahkan, “Saya pikir kami berada dalam posisi yang sangat baik dan kami akan siap, apa pun yang diputuskan oleh Iran dan sekutnya.”

Jenderal Qassem Soleimani, dan Abu Mahdi Al-Muhandis, tokoh terkemuka pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi, terbunuh oleh serangan udara AS yang menyasar mobil keduanya di dekat bandara Baghdad pada Januari 2020. (mm/fna)

Baca juga:

Iran Tak Gentar Kapal Selam Nuklir AS Tiba di Teluk Persia

Sidang DK PBB, Iran Tegaskan Perjanjian Nuklirnya Tak Boleh Dikaitkan dengan Isu lain

DISKUSI: