Iran Bantah Klaim Saudi bahwa Markas IRGC di Yaman Terkena Serangan Udara

0
307

Teheran, LiputanIslam.com –  Iran membantah klaim pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi bahwa sebuah markas yang terkait dengan para ahli dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran di ibu kota Yaman, Sanaa, terkena serangan udara pasukan koalisi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, Rabu (1/12), menyebut klaim itu tak berdasar dan bertujuan mengelabui opini publik regional dan dunia ihwal invasi militer Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Dia memastikan negaranya sama sekali tidak memiliki kehadiran militer di Yaman untuk kemudian terkena serangan dari pasukan koalisi.

“Pernyataan demikian tak berdasar, dan tak akan mengubah realitas Yaman ihwal kesalahan strategi militer para agresor (Saudi dan sekutunya),” ujar Khatibzadeh.

Sehari sebelumnya, pasukan koalisi mengklaim bahwa sebuah situs rahasia yang terkait dengan IRGC di Sanaa terkena serangan udara mereka.

Sejauh ini, Iran dan Saudi telah mengadakan empat kali putaran perundingan yang membahas perang Yaman serta tema-tema bilateral dan regional, namun belum membuahkan hasil yang jelas.

Mengenai perang Yaman, Khatibzadeh mengatakan, “Nasib Yaman ditentukan oleh rakyat Yaman dan kehendak orang-orang Yaman sendiri. Apa yang kami lakukan adalah untuk memudahkan dialog. Saudi berkewajiban menghentikan perang dan blokade zalimnya.”

Seperti diketahui, Yaman dilanda perang sejak sekira tujuh tahun silam, yang menyebabkan lebih dari 233,000 orang tewas, dan 80% penduduknya yang berjumlah sekira 30 juta orang bergantung pada bantuan di tengah kondisi kemanusiaan yang terburuk di dunia, menurut laporan PBB.

Perang itu berkobar antara kubu gerakan Ansarullah (Houthi) dan kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi.  Ansarullah yang didukung tentara Yaman menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak 2014, selain beberapa provinsi lain.

Sejak Maret 2015 pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman untuk membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dikalahkan, namun sampai sekarang tetap bertahan dan bahkan semakin kuat. (mm/fna/raialyoum)

Baca juga:

Akui Kalah dan Kacau Balau, Parlemen Kubu Hadi Serukan Penghentian Perang Yaman

Iran Tak Terima Kurang dari Pencabutan Sanksi Secara Total, Israel Mengancam

DISKUSI: