Iran Bantah Klaim Keberadaan Orang Iran di Krimea untuk Bantu Rusia Gunakan Drone

0
157

Teheran, LiputanIslam.com    Juru bicara Kemlu Iran, Nasser Kanaani, menegaskan bahwa Iran telah berulang kali mengumumkan penolakannya terhadap perang di Ukraina, tapi malah dituduh terlibat dalam perang ini oleh AS dan Eropa yang justru merupakan pihak yang memicu perang.

“Iran tidak mengekspor senjata ke pihak mana pun dalam perang. Kami telah mengumumkan ini berulang kali dan siap berkontribusi untuk mengakhiri perang ini,” ujar Kanaani dalam konferensi pers mingguannya, Senin (24/10).

Dia menambahkan, “Negara-negara Baratlah yang mendukung salah satu pihak dalam perang, bukan Iran.”

Dia menepis klaim keberadaan orang Iran di Krimea dengan mengatakan, “Tak benar klaim AS bahwa ada orang Iran di Krimea untuk membantu Rusia menggunakan drone. Kami menepis keras hal itu. Perang yang mereka ikuti melalui media adalah demi mengalihkan opini publik dari tindakan mereka mempersenjata satu pihak dalam perang.”

Sebelumnya, Gedung Putih mengumumkan sedang mempertimbangkan penjatuhan sanksi baru terhadap Iran dengan dalih menanggapi tindakan Iran memasok drone ke Rusia.

Sementara itu, Kanaani juga mengatakan AS masih berminat untuk bernegosiasi dengan Iran mengenai perjanjian nuklir.

“AS mengirim pesan ke Iran untuk bernegosiasi, tetapi mereka banyak berlaku munafik dan dusta. Jika mereka menentang perjanjian lantas mengapa mereka ingin kembali ke negosiasi?” ujarnya.

Kanaani menambahkan, “AS ingin kembali ke perjanjian nuklir, tapi pada saat yang sama tidak ingin membayar harga kembali ini.”

Dia lantas memperingatkan, “AS hendaklah memperlakukan Iran sebagai negara kuat dan tak bisa dipaksa memberikan konsesi secara sepihak.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Nyatakan Siap Dialog Soal Tuduhan Mengekspor Drone ke Rusia

Ketika “Drone Iran” Mengubah Suasana Perang Ukraina

DISKUSI: