Iran: Ansarullah Yaman Menang, Penguasa Saudi Kebingungan

0
263

Teheran, LiputanIslam.com –   Asisten ketua parlemen Iran urusan internasional Hossein Amir Abdollahian menyatakan bahwa kemenangan kelompok pejuang Ansarullah dalam perang di Yaman menyebabkan para penguasa Arab Saudi tertekan dan kebingungan.

“Kelompok resistensi Yaman sekarang menang, dan para penguasa Saudi pun sangat kebingungan,” ungkap Abdollahian di Twitter, Selasa (23/3).

Menanggapi pernyataan Menteri Negara Saudi Urusan Luar Negeri Adel Al-Jubeir belum lama ini, Abdollahian juga menyebutkan bahwa agresi Amerika-Saudi terhadap Yaman sudah berlangsung enam tahun, namun kubu resistensi Yaman tetap solid, padahal Saudi dulu bersumbar akan menghabisi kelompok Houthi dalam tempo 15 hari.

“Perang bukanlah penyelesaian, mari melihat masa depan, jalan satu-satunya adalah solusi politik,” lanjutnya.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Yaman di Sanaa, Hasan Erlo, menyebut usulan Saudi soal Yaman tidak bertujuan menghentikan perang, melainkan justru demi melangggengkan perang dan pendudukan terhadap Yaman.

“Inisiatif Saudi mengenai Yaman adalah agenda perang permanen, kontinyuitas pendudukan, dan kejahatan perang, bukan penghentian perang,” tulis Erlo, Selasa, di halaman Twitter-nya.

Dia menambahkan bahwa “inisiatif yang hakiki” harus mencakup “penghentian perang secara total, pencabutan blokade secara penuh, penghentian pendudukan oleh Saudi dan penarikan pasukan militernya,dan  tidak menyokong antek bayaran dan kaum takfiri dengan dana dan senjata.”

Erlo juga menekankan bahwa dialog politik Yaman harus dilakukan oleh kelompok-kelompok Yaman sendiri tanpa sedikitpun campur tangan asing.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud mengumumkan prakarsa damai baru Riyadh demi apa yang disebutnya “mengakhiri perang di Yaman”, dan mencakup “gencatan senjata di seluruh penjuru negara ini di bawah pengawasan PBB”.

Pada Selasa malam Penjabat Menteri Penerangan Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi menegaskan hak Saudi membela diri di depan “serangan milisi Houthi yang didukung Iran”. Dia juga menuding Teheran sebagai penyebab “berlarutnya krisis Yaman karena menyokong penyelundupan rudal dan senjata”. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Ansarullah Gempur Bandara Saudi Sehari Setelah Riyadh Ajukan Usulan Damai

Babak Belur Digempur Ansarullah Yaman, Saudi Ajukan lagi Usulan Damai

DISKUSI: