Ini Kata Para Pengamat Dunia Jika Ansarullah Yaman Berhasil Kuasai Ma’rib

0
485

Dubai, LiputanIslam.com –   Para pengamat menilai perang Yaman yang sudah berlangsung tujuh tahun akan berubah drastis jika Ansarullah (Houthi) berhasil menguasai kota Ma’rib yang strategis dan kaya minyak.

Dikutip Rai Al-Youm, Selasa (28/9), Abdul Ghani Al-Iryani dari Sanaa Center for Strategic Studies mengatakan kepada AFP bahwa perang di Ma’rib “akan menentukan masa depan Yaman” dan Ansarullah sekarang “menguasai sebagian besar provinsi Ma’rib dan mengepung kota Ma’rib”.

Dia juga menyebutkan bahwa pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi akan menderita kerugian besar jika kota Ma’rib jatuh ke tangan Ansarullah karena kota itu merupakan kubu pertahanan terakhir kubu Mansour Hadi.

Pengamat lain, Ahmed Nagi dari Malcolm H. Kerr Carnegie Middle East Center mengatakan bahwa Ansarullah membuka front-front baru menuju kota Ma’rib dalam beberapa pekan terakhir sehingga mereka mengalami kemajuan.

Dia menyebutkan bahwa jika Ansarullah menguasai kota itu maka “mereka akan menggunakannya untuk bergerak maju menuju provinsi-provinsi di selatan yang berdekatan dengannya”.

Huthi memulai dorongan besar untuk merebut Marib pada bulan Februari dan, setelah terjadi jeda, mereka memperbarui serangannya pada bulan ini, yang kemudian dilawan dengan serangan udara intensif pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang membela kubu Hadi.

“Kehilangan Marib dari Huthi bisa mengubah jalannya perang.  Ini akan menjadi paku lain di peti mati klaim pemerintah atas otoritas dan akan memperkuat pengaruh Huthi dalam setiap pembicaraan damai yang diproyeksikan,” kata Elisabeth Kendall, peneliti di Universitas Pembroke College Universitas Oxford.

Kendall lantas mengklaim bahwa jika Ansarullah merebut Ma’rib maka  akan berdampak “mengerikan” pada situasi kemanusiaan dan berpotensi terjadi “bencana besar”.

Seperti diketahui, Yaman dilanda perang sejak lebih dari enam tahun silam antara Andarullah dan kubu Mansour Hadi.  Ansarullah yang didukung tentara Yaman menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak 2014, selain beberapa provinsi lain.

Sejak Maret 2015 pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman untuk membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dikalahkan.

Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman yang merasa negaranya kaya senjata dan peralatan perang serta didukung Barat dan Israel menjelang invasi itu sempat bersumbar bahwa pihaknya akan dapat menumpas Ansarullah dalam tempo beberapa hari atau paling lambat beberapa minggu.

Nyatanya, Ansarullah dan tentara Yaman yang mendapat dukungan mental, asistensi, dan politik dari Iran semakin tangguh serta gencar melesatkan rudal balistik dan drone ke wilayah Saudi sebagai balasan atas blokade dan serangan udara Saudi dan sekutunya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ansarullah Rontokkan Drone Canggih Scan Eagle Buatan AS di Ma’rib

Menhan Pemerintah Ansarullah Yaman Pastikan akan Terus Kembangkan Rudal dan Drone

DISKUSI: