Ini Dia Bocoran Foto Dampak “Serangan Iran” terhadap Pangkalan AS di Suriah

0
552

Washington, LiputanIslam.com –   Pengamat Timur Tengah dari Amerika Serikat (AS), Charles Lister, berkomentar tentang serangan yang belakangan ini menerjang pangkalan Al-Tanf yang ditempati oleh pasukan AS di Suriah.

Sembari memosting beberapa foto dampak kerusakan akibat serangan tersebut, Lister, Jumat (22/10), di Twitter menilai Kemhan AS Pentagon sengaja tak memberikan informasi apapun mengenai serangan ini demi menghindari eskalasi ketegangan.

Seperti pernah diberitakan, pangkalan yang diduduki AS di segi tiga perbatasan Suriah, Irak dan Yordania itu mendapat serangan drone dan rudal pada Rabu lalu. Beberapa laporan menyebutkan adanya kerusakan dan kehancuran akibat serangan ini.

Charles Lister dari Middle East Institute, AS, menyebut serangan itu “cukup signifikan”.

“Dilihat dari gambar yang bocor, serangan drone & roket [#Iran] ke al-Tanf di SE #Syria (rumah bagi pasukan AS) pada Rabu malam cukup signifikan,” cuit Lister.

“DOD (Kemhan AS) mengkonfirmasi serangan itu, tapi tidak memberikan info lain – jelas dirahasiakan, untuk menghindari hype/eskalasi,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam konferensi pers, Jumat (22/10), Gedung Putih mengklaim tak ada tentara AS yang menjadi korban serangan tersebut.

“Informasi awal menunjukkan bahwa serangan ini dilancarkan dengan drone dan rudal… Sampai sekarang kami tak menerima informasi mengenai jatuhnya korban di antara tentara AS,” kata Jubir Gedung Putih Jean Pasky.

Serangan itu terjadi beberapa waktu setelah Pusat Komando Operasi Sekutu Suriah bersumpah akan melancarkan serangan “balasan sengit” atas agresi Israel belakangan ini terhadap Suriah.

Pangkalan militer Al-Tanf yang terletak di bagian tenggara Suriah merupakan kawasan gurun Provinsi Homs yang juga menjadi sarang kelompok-kelompok pemberontak bersenjata dan teroris.

Dari perbatasan barat Irak pangkalan ini berjarak 22 kilometer, sama persis dengan jaraknya dari perbayasan Yordania, dan berjarak 247 kilometer dari pintu masuk perbatasan Al-Walid di segi tiga perbatasan Suriah, Yordania dan Irak pada jalur strategis yang menghubungkan Baghdad dengan Damaskus.

Pasukan khusus AS menempati pangkalan itu. Donald Trump ketika menjabat presiden AS pada tahun 2019 menyebutkan ada sekira 200 tentara AS di Suriah, yang separuhnya ada di wilayah yang dikuasai oleh Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) dari pihak Kursi, dan separuh lainnya berada di Pangkalan Al-Tanf.

Pangkalan Al-Tanf juga merupakan markas pelatihan  kelompok-kelompok bersenjata, pusat konsentrasi pengaruh AS di dekat ladang-ladang minyak Suriah, serta tempat berlindung para anggota tentara Suriah yang membelot dan kemudian dibina oleh pasukan AS agar dapat kembali ke medan perang melawan pemerintah Suriah demi kepentingan AS.

Kelompok- Pasukan Komando Revolusioner (Arab: Al-Maghawir Al-Thaurah; Inggris: Revolutionary Commando Army/RCA) yang semula bernama Pasukan Pembebasan Suriah (Inggris: Free Syrian Army/FSA; Arab: Al-Jaish Al-Hurr) termasuk kelompok bersenjata yang dibina AS di sana.

Selain itu juga ada kelompok lain  bernama Ususd Al-Sharqiyah (Singa-Singa Timur), Pasukan Ahmad Al-Abdu, SDF dan lain-lain.

Pangkalan Al-Tanf berperan besar dalam perang berbagai negara dunia terhadap Suriah yang dibela Iran dan Rusia. Dari pangkalan itulah banyak serangan AS dan sekutunya direncanakan dan dilancarkan terhadap tentara Suriah dan sekutunya di wilayah Suriah. (mm/tasnim/raialyoum/twitter)

Baca terkait:

Pangkalan Militer AS di Suriah Digempur Beberapa Pesawat Nirawak

Pusat Komando Sekutu Suriah: Iran Ancam Balas Sengit Serangan Israel ke Suriah

DISKUSI: