Inggris Minta AS Bekukan Sanksinya Terhadap Iran di Tengah Wabah Covid-19

0
162

London, LiputanIslam.com –  Duta Besar Republik Islam Iran untuk Inggris Hamid Baeidinejad menyatakan bahwa Majelis Rendah Inggris meminta pemerintah AS agar membekukan sanksinya terhadap Iran selama negara ini dilanda wabah virus Covid-19.

Demikian dilaporkan website al-Alam, Jumat (20/3/2020), dalam sebuah laporan singkatnya tanpa memberikan keterangan lebih lanjut, kecuali bahwa sanksi itu telah menghalangi upaya Iran menanggulangi wabah tersebut karena mencegah masuknya perlengkapan medis ke Iran.

Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif Senin lalu dalam pembicaraan telepon dengan mitranya dari Inggris, Dominic Raab, mendesak Inggris supaya menentang sanksi itu sesuai dengan kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir Iran yang dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Sebagaimana dilaporkan Tehran Times, dia juga berterima kasih kepada Uni Eropa dan segi tiga Uni Eropa untuk JCPOA, yaitu Inggris, Prancis dan Jerman, karena mengirim bantuan ke Iran.

Baca: 5 Perusahaan UEA Terkena Sanksi AS Karena Fasilitasi Penjualan Minyak Iran

Percakapan telepon itu dilakukan Zarif tak lama setelah Baeidinejad mengumumkan bahwa Inggris telah setuju untuk membayar utang sebesar £ 400 juta plus  bunganya kepada Iran.

“Proses hukum dari kasus yang sudah berjalan lama ini, yang telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun, hampir berakhir,” kata Hamid Baeidinejad dalam wawancara dengan surat kabar Iran Etemad.

Baca: Kontroversi AS-China Seputar Wabah Corona Memanas, Iran Kecam AS

Dia menambahkan, “Pengadilan telah memerintahkan pemerintah Inggris untuk membayar utang plus bunga kepada Iran, dan ini tidak dapat diubah. Pada saat yang sama, para pengacara yang menentang telah mencoba menggunakan setiap kesempatan hukum untuk menunda pelaksanaan keputusan pengadilan tersebut.” (mm/alalam/tehrantimes)

DISKUSI: