Hubungan Memanas, Inggris dan Iran Terlibat Saling Kecam

0
287

London, LiputanIslam.com –  Hubungan antara Iran dan Inggris terus memburuk sejak peristiwa pembunuhan jenderal ternama Iran Qassem Soleimani yang berujung pembalasan Iran dan jatuhnya pesawat Ukraina.

Kali ini,  Inggris dan Iran terlibat aksi saling kecam. Inggris mengecam dan menyebut penangkapan duta besarnya untuk Iran, Rob Macaire, sebagai “pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional”.

Rob Macaire ditahan dalam waktu singkat pada Sabtu malam lalu setelah menghadiri sebuah aksi konsentrasi terkait dengan salah tembak pesawat Ukraina oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Menurut laporan BCC, Macaire sudah meninggalkan konsentrasi itu ketika sudah berubah menjadi aksi protes, tapi dia kemudian dituduh membantu mengatur aksi protes.

Seperti diberitakan sebelumnya, terkait keberadaan Macaire di tengah kerumunan massa di Teheran itu Kementerian Luar Negeri Iran mengancam akan bereaksi “keras dan setimpal”  terhadap Inggris jika negara sekutu AS ini melakukan lagi “barang sedikit kesalahan”.

Baca: Iran Mengancam akan Bereaksi Keras jika Inggris Melakukan “Kesalahan Lagi”

Iran menyebut Macaire “orang asing yang tidak dikenal dalam pertemuan ilegal” sehingga  memanggilnya ke kementerian luar negeri pada hari Ahad (13/1/2020).

Kementerian luar negeri Iran dalam sebuah statemennya menyatakan bahwa Macaire telah “diingatkan” bahwa kehadirannya di “pertemuan ilegal melanggar” Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik.

Perdana Menteri Boris Johnson dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengecam penangkapan Macaire dalam sebuah pernyataan bersama setelah keduanya melalui kontak telefon membahas “kepentingan bersama mereka dalam memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir”.

Baca: Militer Denmark di Ain al-Assad Akui Dampak Serangan Balasan Iran Lebih Hebat dari Pengakuan AS

Menteri Keamanan Inggris Brandon Lewis di hari yang sama  menyatakan bahwa penangkapan duta besar Inggris “benar-benar tidak dapat diterima” dan merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Wina tahun 1961.

“Iran perlu mundur dari kegiatan semacam itu dan memainkan peran yang tepat dalam bekerja dengan mitra untuk mengurangi,” kecam Lewis. (mm/bbc/alalam)

DISKUSI: