HRW Kecam Perlakuan Otoritas Saudi Terhadap Para Terduga Anggota Hamas

0
361

NewYork, LiputanIslam.com –  Human Rights Watch (HRW) menuduh otoritas Arab Saudi melakukan pelanggaran dalam pengadilan massal terhadap orang-orang yang diduga sebagai anggota Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas.

Kelompok peduli HAM itu menyatakan prihatin atas pengadilan puluhan warga Palestina dan Yordania di Saudi, dan menyerukan kepada negara kerajaan ini agar “segera menjelaskan tuduhan spesifik dan bukti yang mendasarterhadap para terdakwa”.

Dalam sebuah laporan yang dirilis Jumat (17/4/2020) LSM yang berbasis di New York, AS, itu mengutip keterangan kerabat para tahanan itu bahwa orang-orang yang ditangkap selama dua tahun terakhir tersebut telah dilecehkan di penjara Saudi.

Saudi bulan lalu memulai persidangan 68 warga Palestina dan Yordania dengan tuduhan bahwa mereka menjalin hubungan dengan “organisasi teroris”  tak dikenal, yang diduga sebagai Hamas.

Menurut HRW, para tersangka itu belum dihadapkan dengan “tuduhan atau bukti spesifik”.

“Rekor panjang jejak pengadilan tak fair Arab Saudi menimbulkan momok bahwa warga Yordania dan Palestina akan dipenjara dengan tuduhan serius dan menghadapi hukuman berat, meskipun beberapa orang telah diduga melakukan pelanggaran serius,” ungkap Wakil Direktur HRW Divisi Timur Tengah Michael Page.

“Pada saat Covid-19 mendatangkan bahaya akut bagi tahanan, Arab Saudi harus mempertimbangkan alternatif penahanan, terutama bagi mereka yang berada dalam penahanan praperadilan,” lanjutnya.

Baca: Selamat Menjabat, Raja Salman Telah Eksekusi Mati 800 Rakyat Arab Saudi

Tuduhan Tak Masuk Akal

Beberapa sumber mengatakan kepada Middle East Eye bahwa tuduhan terhadap terdakwa berkisar dari yang aneh sampai yang tidak dapat dipertahankan.

Satu orang, misalnya, dituduh lantaran memiliki botol minyak zaitun Palestina. Ada pula orang yang dituduh karena mengirim domba ke orang-orang di Gaza untuk kurban Idul Adha, atau lantaran menyimpan buku sejarah Palestina karya penulis Kuwait Tareq al-Suwaidan.

Baca: Peringatan Hari Tahanan Palestina, Ini Kisah Pilu Tahanan Usia 14 Tahun

Tawaran Ansarullah Yaman

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman, yang terlibat perang melawan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, bulan lalu menawarkan pembebasan lima tahanan Saudi dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina dan Yordania tersebut.

Hamas menyambut baik usulan Houthi itu tapi tampaknya tidak mendapat respon dari Riyadh.

Hamas telah berulang kali mengecam persidangan massal itu dan menyebutnya “tidak adil”.

“Orang-orang Palestina yang ditangkap oleh polisi keamanan negara Saudi tidak melakukan kejahatan selain mendapat kehormatan mempertahankan Quds dan Masjid al-Aqsa,” ungkap Hamas dalam sebuah pernyataannya pada Maret lalu.  (mm/mee)

DISKUSI: