Hizbullah: Rezim Bahrain Khianati Rakyatnya dan Umat Islam

0
118

Beirut, LiputanIslam.com –  Hizbullah Libanon mengutuk keras pemerintah Bahrain karena mengakui Negara Israel dan merencanakan segala bentuk normalisasi lain dengannya.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu (12/9/2020) Hizbullah menegaskan bahwa dengan menempuh langkah demikian maka “rezim klan dan pengkhianat rakyatnya itu telah mengubah  hubungannya dengan Israel dari rahasia menjadi terbuka”.

Hizbullah menegaskan, “Semua pembenaran yang dinyatakan oleh para penguasa otoriter ini tidak dapat membenarkan pengkhianatan besar dan penikaman yang menyakitkan terhadap rakyat Palestina dan perkara keadilan umat.”

Hizbullah menambahkan, “Pengkhianatan penguasa Uni Emirat Arab dan Bahrain itu ditentang oleh kaum merdeka Arab dan umat Islam, terutama rakyat dan faksi-faksi perlawanan Palestina serta semua gerakan perlawanan di kawasan, yang konsisten pada hak bangsa Palestina untuk membebaskan seluruh tanah mereka dan menolak segala bentuk normalisasi dan kerja sama dengan rezim perampas, Israel.”

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat malam (11/9/2020) mengumumkan bahwa Manama telah menjalin normalisasi dengan Tel Aviv.

Para pemimpin AS, Bahrain, dan Israel mengabarkan kesepakatan mereka untuk “menjalin hubungan diplomatik penuh antara Israel dan Kerajaan Bahrain.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Saudi dan UEA Sogok Palestina agar Setujui Normalisasi dengan Israel

Para Pejabat Pelestina Sebut Normalisasi Israel-Bahrain Tikaman Baru dari Belakang

DISKUSI: