Hizbullah Puji Kegigihan Almarhum Mantan PM Sudan dalam Membela Bangsa Palestina

0
84

Beirut, LiputanIslam.com –   Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya mantan perdana menteri Sudan, Sadiq Al-Mahdi, sembari memujinya sebagai sosok pendukung setia bangsa Palestina dan getol menentang normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Dalam pesan yang dirilis pada hari Kamis (26/11/2020), Hizbullah menyebut Alm. Sadiq Al-Mahdi sebagai salah satu “tokoh terkemuka” yang gigih memperjuangkan “ideologi dan perjuangan melawan kaum arogan dunia“.

“ Karena itu, Sadiq Al-Mahdi adalah pembela perjuangan Palestina untuk pembebasan dari pendudukan dan agresi Israel, dan pengurus jalan perlawanan terhadap rezim pendudukan,” lanjut Hizbullah.

Al-Mahdi meninggal dunia pada usia 84 tahun akibat infeksi Covid-19 tiga minggu setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Uni Emirat Arab (UEA).

Dia adalah perdana menteri terakhir yang dipilih secara demokratis di Sudan namun digulingkan pada tahun 1989 dalam sebuah kudeta militer yang membawa mantan presiden Omar al-Bashir ke tampuk kekuasaan. Meski demikian, dia tetap menjadi tokoh yang berpengaruh di Sudan.

Tokoh ini wafat tak lama setelah pemerintah di negaranya menjalin kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel yang dimediasi Amerika Serikat, mengikuti jejak dua negara Arab Teluk Persia Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) juga merilis pesan belasungkawa atas wafatnya Al-Mahdi, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang pernah diberikan Al-Mahdi kepada bangsa Palestina. (mm/presstv)

Baca juga:

Kelompok-kelompok Perlawanan Palestina Minta Ramallah Batalkan Kerjasama dengan Israel

Bin Salman Minta Netanyahu Tengahi Hubungan Saudi dengan Pemerintahan Baru AS

DISKUSI: