Ansarullah: Delegasi Knesset Berusaha Yamankan 60,000 Orang Israel

0
54

Sanaa, LiputanIslam.com– Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) menyatakan bahwa delegasi Israel pernah berkunjung ke Sanaa, ibu kota Yaman, pada tahun 1996 di era pemerintahan mendiang Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dengan tujuan melakukan koordinasi untuk menjadikan 60.000 orang Israel berkewarganegaraan Yaman.

Hal tersebut diungkap oleh juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, dalam jumpa pers yang disiarkan oleh saluran TV Al-Masirah, Ahad (4/102020).

“Sebuah delegasi Knesset Israel pernah berkunjung Sanaa pada awal Maret 1996 dan bertemu para pejabat, terutama Ali Saleh, sebagai bagian dari upaya menormalisasi (hubungan antara Israel dan Yaman),” ungkap Saree berdasarkan dokumen Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Yaman.

“Delegasi Yahudi yang berkunjung ke Sanaa meminta para pejabat untuk menjadikan hampir 60.000 orang Israel berkewarganegaraan Yaman, yang 15.000 di antaranya berkewarganegaraan Amerika. Delegasi itu bertatap muka dengan para tokoh penting, terutama Abdul Karim al-Aryani, Ali Muhsin al-Ahmad, dan Mathar al-Misri,” lanjutnya.

Saree menjelaskan, “Duta Besar Emirat di Sanaa, Hamad Saeed Al-Zaabi, dalam sebuah memorandum yang diserahkan ke Kementerian Luar Negeri UEA pada tahun 2004 mengkonfirmasi bahwa pemberitaan status kewarganegaraan Yaman-Yahudi adalah bagian dari skema lebih besar yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS), dan bahwa ada peran supaya Yaman dimainkan dalam rencana AS di kawasan.”

Saree menyinggung dokumen yang dikeluarkan oleh Badan Keamanan Nasional Yaman dalam  pemerintahan Presiden Saleh tentang kunjungan tanpa pemberitahuan penasihat Menteri Luar Negeri Israel, Bruce Kashdan, selama dua hari ke Sana’a pada tanggal 14 Juli 2007, yang diatur oleh pejabat Yaman serta didukung peran UEA.

Lebih jauh Saree menegaskan, “Kami memiliki bukti-bukti lain partisipasi militer Israel dalam agresi (Saudi dan sekutunya terhadap Yaman), yang akan terungkap pada waktu yang tepat… Pertempuran hari ini adalah pertempuran yang menentukan, dan melawan agresi (Saudi dan sekutunya) adalah melawan rencana Israel.”

Dia juga menekankan bahwa normalisasi hubungan negara-negara Arab agresor itu dengan Israel menunjukkan kebenaran pendirian Ansarullah dan sekutunya di depan negara-negara Arab yang memusuhinya. (mm/rta)

Baca juga:

Ansarullah Yaman Sebut UEA dan Bahrain Tempuh “Jalan Angker”

Siap Normalisasi, Sudan Ajukan Syarat Aneh

DISKUSI: