Pejabat Israel Ungkap Lawatan-lawatan Bin Salman ke Tel Aviv

0
87

TelAviv,LiputanIslam.com-Seorang mantan petinggi Biro Intelijen dan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet) membeberkan, Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman telah “berkali-kali merasakan sinar matahari di Tel Aviv.”

Menurut pejabat yang ingin tetap anonim ini, negara-negara Arab tidak menganggap penting Ketua PNA Mahmoud Abbas.

“Bagi negara-negara Arab, hubungan dengan Israel lebih penting daripada norma Palestina,”klaimnya.

Dia juga menambahkan bahwa Iran merupakan ancaman utama bagi Israel.

Beberapa waktu lalu, Direktur Mossad Yossi Cohen  mengklaim bahwa Saudi bisa berada dalam antrean untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.

Mantan Ketua Kabinet Rezim Zionis, Ishak Hertzog juga menyatakan, Bahrain dan UEA tak mungkin menormalisasi hubungan tanpa lampu hijau dari Saudi.

Israel mengumumkan normalisasi hubungan dengan UEA pada 13 Agustus, yang kemudian disusul oleh Bahrain pada 11 September.

Kesepakatan damai UEA dan Bahrain dengan Israel ditandatangani secara resmi di Gedung Putih pada 15 September, dengan disaksikan Presiden AS, Donald Trump.

Seorang mantan petinggi Mossad, David Meidan beberapa waktu lalu pernah mengatakan, ”Hubungan dengan UEA dimulai pada akhir 2005 dan awal 2006. Sebelum itu, kadang kala sebagian pejabat Israel bertemu dengan rekan sejawat UEA mereka. Kami sering menemui mereka di negara ketiga dalam pertemuan tingkat kepala negara dan sidang-sidang.”

Menurut Meida, hubungan serius dimulai pada 2006, yaitu saat PM Ariel Sharon membebankan dua misi kepada Direktur Mossad, Meir Dagan.

Misi pertama adalah menghadapi ”ancaman Iran”, dan misi kedua adalah menjalin hubungan dengan “negara-negara Sunni moderat” di Kawasan.

Baca Juga:

Adakan Konferensi Pers Pertama Kali untuk Kawasan Teluk, Menhan Israel Puji Putra Mahkota Saudi

Tanggapi Raja Salman, Ansarullah Yaman Nyatakan “Hanya Perangi AS di Saudi”

DISKUSI: