Hizbullah: Perang “Pedang Quds” Berbuah Persatuan Resistensi

0
387

Beirut, LiputanIslam.com –  Wakil Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem menyatakan bahwa perang “Perang Pedang Quds” yang berkobar selama 11 hari antara para pejuang Gaza dan Rezim Zionis Israel pada bulan Mei 2021 telah membuahkan persatuan kelompok-kelompok pejuang resistensi anti-AS dan Israel.

“Salah satu hasil resistensi di Libanon ialah pembebasan yang terjadi pada tahun 2000 serta kebangkitan bangsa Palestina setelah melihat saudara-saudaranya (di Libanon) berhasil mewujudkan kemenangan atas musuh, Israel, meski dengan fasilitas seadanya,” ungkap Qassem saat menerima kunjungan sebuah delegasi Arab, Kamis (10/6).

Dia menambahkan, “Sejak intifada, bangsa Palestina bergerak sampai sekarang serta menghimpun kekuatan dan mencetak kemenangan demi kemenangan. Berkat resistensi, juga terjadi kebangkitan di tengah masyarakat Arab… Libanon yang lemah berubah menjadi kuat. Sebelum itu, siapa membayangkan Libanon yang kecil dan dengan fasilitas seadanya dapat berubah menjadi krisis bagi entitas Israel dan diperhitungkan olehnya?”

Syeikh Naim Qassem menjelaskan, “Semua ini adalah berkat resistensi, kekuatan yang dihimpunnya, dan keberhasilannya mencegah musuh…. Salah satu hasil resistensi ialah apa yang telah kita lihat dalam Perang Pedang Quds yang telah membuahkan titik balik sesungguhnya di Palestina, yang akan menelorkan pengaruhnya di masa mendatang.”

Dia mengatakan, “Perang Pedang Quds juga membuahkan persatuan resistensi di sepanjang wilayah Palestina, karena semua orang menekankan bahwa resistensi adalah solusi. Resistensi Palestina telah membuktikan ketercegahan musuh, dan tidaklah mudah pemerintah Israel mengambil keputusan untuk menunda parade bendera.” (mm/alalam)

Baca juga:

Senyum Bugar Sayid Nasrallah dan Kandasnya Harapan Israel

Esktremis Zionis Mencoba Mengusik Al-Aqsa lagi, Ini Peringatan Terbaru dari Brigade Al-Qassam

DISKUSI: