Hizbullah: Operasi Drone Berefek Cepat pada Pembicaraan Demarkasi Lebanon-Israel

0
350

Beirut, LiputanIslam.com    Seorang pejabat senior Hizbullah menyatakan bahwa tiga drone yang dikirim kelompok pejuang Lebanon ini ke ladang gas Karish pekan lalu memiliki “efek cepat” pada jalannya pembicaraan demarkasi perbatasan laut antara Lebanon dan Rezim Zionis Israel.

Hizbullah beberapa waktu lalu mengaku telah mengirim tiga drone tak bersenjata dengan berbagai ukuran untuk misi pengintaian ke ladang Karish yang disengketakan oleh Lebanon dan Israel di Laut Mediterania Timur, dan misi itu tercapai.

Syeikh Nabil Qaouk, anggota senior dewan eksekutif Hizbullah Sabtu lalu menyebutkan bahwa operasi itu telah menyampaikan pesan “di tempat dan waktu yang tepat serta memiliki efek yang cepat”.

“Itu adalah pesan patriotik seratus persen. Drone itu menjerumuskan musuh Israel ke dalam persamaan dan perhitungan baru, dan periode pasca-drone tidak menyerupai periode pra-drone,” ungkap Qaouk.

Sehari setelah operasi drone itu, Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bou Habib mengaku mengharapkan negaranya dan Israel mencapai kesepakatan pada bulan September mendatang.

Menurutnya, informasi yang diperoleh dari pejabat AS dan PBB menunjukkan bahwa kemajuan telah dibuat dalam negosiasi.

Penasihat senior AS untuk keamanan energi Amos Hochstein telah berada di kawasan untuk memfasilitasi pembicaraan tidak langsung antara Lebanon dan Israel karena keduanya tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Presiden Lebanon Michel Aoun kemudian mengatakan bahwa masalah demarkasi perbatasan akan segera diselesaikan.

“Jika tidak positif, Beirut akan menghentikan negosiasi. Kami akan mencapai solusi dalam waktu singkat, dan saya yakin kami telah mencapai kesepahaman dengan Amerika yang menengahi (perundingan) dengan Israel,” kata Aoun dalam sebuah wawancara dengan OTV.

Nabil Qaouk meminta para diplomat Libanon mempertahan pendirian negara ini dalam pembicaraan dan mencegah campur tangan dan perintah kedutaan negara lain.

“Ketika sumber daya Lebanon terancam oleh musuh, tidak dapat diterima tunduk pada (kehendak) seorang duta besar, siapapaun duta besar itu,” lanjutnya.

Dia menyebut kelompok resistensi sebagai aset strategis nasional yang melindungi Lebanon dan mempertahankan kejayaannya.

Pada bulan lalu Hizbullah memperingatkan bahwa mereka “siap” beraksi jika pemerintah Libanon memastikan Israel telah melanggar hak maritim Lebanon.

Pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah memperingatkan bahwa Hizbullah “tidak akan diam” di depan upaya Rezim Zionis menjarah sumber daya gas Lebanon. (mm/fna)

Baca juga:

Benarkah Israel 2 Kali Rontokkan Drone Hizbullah?

Petinggi Fatah: Biden Sama Saja dengan Trump, dan Saudi tak akan Menormalisasi Hubungan dengan Israel

 

DISKUSI: