Hizbullah dan Jihad Islam Palestina Sebut Iran Pengubah Keadaan di Timur Tengah

0
377

Beirut, LiputanIslam.com   Wasekjen Hizbullah dalam sebuah acara solidaritas untuk Palestina yang diselenggarakan oleh Dewan Ulama Muslimin Lebanon, Selasa (13/12), menyatakan bahwa Palestina tidak sendirian, melainkan ada Poros Resistensi yang bersamanya.

“Palestina tidak sendirian, melainkan bersama Poros Resistensi, bangsa-bangsa dunia Arab dan Islam, kaum merdeka, serta ikon dukungan  untuk resistensi, yaitu Republik Islam Iran,” ujarnya.

Dia menjelaskan, “Iranlah yang membalikkan perimbangan, Iranlah yang mengubah arah. Kawasan (Timteng) semula menuju Perjanjian Camp David, kawasan ini semula menuju berbagai konsesi, dan negara-negara di kawasan ini pun menekan dan mencegah Palestina agar tak melawan penjajah. Pada titik ini, Imam Khomeini, berjaya dengan mendirikan Republik Islam di Iran pada Februari 1979, dan tindakan pertama yang dilakukan untuk kepentingan Palestina adalah pendirian Kedutaan Besar Palestina, bukan kedutaan entitas Israel. Sejak saat itu dukungan terus berlanjut, berakar dan meningkat.”

Dia menambahkan, “Iran menyatakan dukungan terbuka untuk perlawanan secara militer, dalam hal pelatihan dan peralatan, dan mengumumkan 20 juta tentara melalui Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam(IRGC)  yang diberkahi di Iran. Semua ini demi Palestina. Iran memberikan dukungan tanpa mengharapkan pamrih apapun. Kepuasan Iran adalah kepuasan iman dan kebenaran serta pembelaan kaum tertindas dan kesucian.”

Mengenai Hizbullah sendiri dia mengatakan, “Adapun Hizbullah, gerakan ini memandang perlawanan terhadap rezim penjajah Israel sebagai kewajiban agama, moral, patriotik dan nasional. Mempersembahkan syuhada bukanlah kerugian bagi Hizbullah, melainkan keuntungan murni. Itu adalah keuntungan untuk kemuliaan, martabat, pembebasan tanah, kekuatan, moral, dan dukungan untuk Palestina.”

Dia kemudian menegaskan, “Keliru orang yang beranggapan bahwa kelompok pejuang resistensi (Hizbullah) adalah bagian dari rekrutmen politik suatu negara atau partai, sebab kami menghadapi musuh yang menduduki Palestina dan sebagian wilayah Lebanon, Suriah, Mesir, dan Yordania, dan mata musuh  juga mengincar wilayah antara Efrat dan Sungai Nil, dalam hal tanah, sumber daya, dan masa depan.”

Senada dengan ini pada acara yang sama, utusan Gerakan Jihad Islam Palestina di Lebanon, Ihsan Ataya, mengatakan, “Imam Khomaini ra mengetahuibahwa dasar kemanangan atas kaum arogan dunia adalah persatuan umat, dan beliau lantas membangun fondasi pertama untuk persatuan ini dalam kemenangan Revolusi Islam di Iran.”

Dia menambahkan, “Iran yang revolusioner sekarang memimpin PorosResistensi  sekarang menjadi sasaran tekanan, dan sejak kemenangan (revolusinya)-nya pun telah menjadi sasaran dan akan terus menjadi sasaran sampai kita menyingkirkan musuh umat kita.” (mm/alalam)

Baca juga:

Haniyeh: Tepi Barat akan Jadi Neraka bagi Israel

Pasukan Israel Bunuh Gadis Palestina di Jenin, Hamas Serukan Konfrontasi

 

DISKUSI: