Hizbullah: Ancaman Zionis Tak Berguna, Malah Menimbulkan Kepanikan Pemukiman Israel Sendiri

0
215

Beirut, LiputanIslam.com   Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Sheikh Ali Damoush, Jumat (7/10), menegaskan bahwa ancaman yang dilontarkan Rezim Zionis Israel sehari sebelumnya terhadap Lebanon tak ada gunanya, dan malah  memicu kepanikan warga pemukim Zionis di utara Israel (Palestina pendudukan 1948).

Seperti pernah diberitakan, Israel Kamis lalu mengaku siap berkonfrontasi dengan Hizbullah menyusul apa yang disebutnya peningkatan tuntutan Lebanon dalam pembicaraan mengenai perbatasan maritim.

Menteri Pertahanan Israel  Benny Gantz menginstruksikan pembentukan pertahanan “untuk mempersiapkan skenario apa pun di mana ketegangan meningkat di arena utara – termasuk kesiapan pertahanan dan penyerangan.”

Menanggapi ancaman ini, Syeikh Ali Damoush dalam khutbah Jumatnya menegaskan, “Ancaman Israel yang kami dengar kemarin terhadap Libanon tak ada gunanya, sebagaimana dikatakan oleh Yang Mulia Sekjen Hizbullah (Sayid Hassan Nasrallah) – semoga Tuhan melindunginya- beberapa waktu lalu.”

Dia menjelaskan, “Keputusan dan atensi kami sudah jelas, dan orang-orang kami, yang gagah berani serta terdidik dalam madrasah Abu Abdillah Al-Husain (cucunda Nabi Muhammas saw) dan telah menghadapi semua perang dan agresi Israel pada semua periode di masa lalu dengan penuh sabar, teguh, solid dan siap berkorban, adalah salah satu elemen kekuatan yang kami miliki di Lebanon. Mereka tak kan terkalahkan oleh ancaman musuh dan tidak pula dibuat takut oleh perang psikologis  Isreel.”

Dia menambahkan, “Rezim Zionis bermaksud mengobarkan perang psikologis terhadap Lebanon untuk menakut-nakuti dan memaksa mereka mundur, tapi alih-alih menimbulkan ketakutan pada orang Lebanon, para pemukim Zionis di utara justru panik dan histeris sehingga mengungkapkan amarah besar mereka terhadap menteri perang mereka yang telah gegabah melontarkan pernyataan demikian tanpa berkoordinasi dengan mereka.”

Syeikh Ali Damoush mengatakan, “Pihak musuh sendirilah yang sekarang ketakutan, bingung dan terganggu, sementara kita berada dalam posisi yang kuat, karena kita adalah pihak yang benar, dan kebenaran tidak akan mati selagi ada tuntutan dan apalagi resistensi di belakangnya.”

Dia mengingatkan, “Musuh tak mengerti bahasa diplomatik. Keliru orang yang beranggapan bahwa musuh akan dapat menyerahkan hak Lebanon dengan logika negosiasi semata, sebab musuh tak paham kecuali bahasa kekuatan, dan inilah yang telah kami buktikan pada setiap pengalaman di masa lalu.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Lebanon “Tingkatkan Tuntutan”, Israel Mengaku Siap Perang dengan Hizbullah

HUT ke-35 Jihad Islam, Al-Nakhalah: Kami Runtuhkan Proyek Fiktif Zionis

DISKUSI: