Heboh, Ketua Parlemen Kuwait Campakkan “Perjanjian Abad Ini” ke Keranjang Sampah

0
232

Amman, LiputanIslam.com –  Ketua Parlemen Kuwait Marzouq Al-Ghanim mencampakkan berkas-berkas berterakan prakarsa Presiden AS Donald Trump yang dinamai “Kesepakatan Abad Ini” (Deal of the Century ke keranjang sampah.

Hal itu dia lakukan saat menghadiri pertemuan ke-30 Uni Parlemen Arab yang diselenggarakan di Amman, ibu kota Yordania, Sabtu (8/2/2020).

“Atas nama bangsa-bangsa Arab, Islam, dan setiap orang terhormat serta seluruh kaum merdeka dunia saya mengatakan bahwa Kesepakatan Abad Ini tempatnya adalah sampah sejarah,” tegas al-Ghanim dengan suara lantang sebelum mencampakkan berkas-berkas itu ke keranjang sampah.

Dia menambahkan, “Kesepakatan Abad Ini lahir dalam keadaan gugur, seribu pemerintahan dan seribu lembaga propaganda dan iklanpun percuma dalam mempromosikannya.”

Al-Ghanim juga menegaskan, “Orang yang ingin mempromosikan penyelesaian damai haruslah bekerja untuk membuat persyaratan yang benar, seimbang, dan adil untuk negosiasi sebagai upaya sejati yang berujung pada negara Palestina yang memenuhi semua hak atas seluruh tanah Palestina dengan al-Quds sebagai ibu kotanya.”

Dia menilai penjadwalan Kesepakatan Abad ini “tidak matang, menunjukkan kedangkalan yang aneh, dan merupakan dagelan yang gegabah”.

Al-Ghanim mengingatkan bahwa prakarsa AS itu “ditolak oleh orang-orang Palestina sendiri sebagai pihak yang berperkara, dari yang paling kanan hingga yang paling kiri, ditolak oleh para pemimpin, pemerintah, elit dan rakyat Arab, dan ditolak pula oleh umat Islam dari Rabat hingga Jakarta.”

Baca: Ayatullah Khamenei: Perjanjian Abad Ini adalah Rencana Bodoh

Ketua parlemen Kuwait juga menegaskan, “Orang-orang Eropa yang tidak antusias saja menyadari bahwa (prakarsa) itu tidak realistis dan tak mungkin dapat  diimplementasikan. Dan yang menarik kali ini ialah bahwa banyak sekali suara Amerika dan Yahudi (sendiri) yang juga menyatakan penolakan mereka terhadap prakarsa ini. Tak seorang pun mendukung rencana penyelesaian dalam bentuk yang menggelikan itu.”

Dia mengatakan, “Setiap suara yang mencoba menggambarkan pertemuan kita ini sebagai forum untuk (sekedar) bertukar pidato bergaung adalah suara yang mencurigakan.”

Al-Ghanem lantas menegaskan, “Palestina dan  Al-Quds cepat atau lambat akan kembali (kepada bangsa Palestina).”

Baca: Satu Warga Palestina Gugur Diserang Pasukan Zionis di Tepi Barat

Pernyataan bombastis seperti dilontarkan Al-Ghanim tergolong langka di tengah para pejabat dunia Arab, terlebih di pesisir Teluk Persia. Karena itu, rekaman video pernyataan Al-Ghanim tersebut segera viral di tengah netizen dan media Arab.

Pemerintah AS belum lama ini merilis prakarsa Trump untuk penyelesaian krisis Palestina-Israel tersebut. Prakarsa yang terdiri dari sekitar 81 halaman itu  memberikan lebih banyak ruang bagi rezim Zionis Israel di tanah Palestina, dan karena itu mendapat penentangan luas dari Palestina serta dunia Arab dan Islam.

Uni Parlemen Arab menyelenggarakan sidang darurat di Amman, Sabtu, dengan tema “Menyokong Saudara Palestina dalam Perkara Adil Mereka” dan dihadiri oleh para delegasi dari 20 negara. (mm/arabi21/raialyoum)

DISKUSI: