Ayatullah Khamenei: Perjanjian Abad Ini adalah Rencana Bodoh

0
207

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut prakarsa AS untuk perdamaian Timteng sebagai prakarsa “bodoh, keji, dan sia-sia”, sembari menyerukan kepada rakyat dan para pejuang Palestina agar tetap teguh di garis jihad melawan Rezim Zionis Israel.

Di hadapan sejumlah besar warga Iran di Teheran dalam sebuah acara peringatan HUT ke-41 kemenangan revolusi Islam Iran, Rabu (5/2/2020), Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa kemelut Palestina hanya dapat diselesaikan dengan cara prinsipal berupa sistem pemerintah Palestina yang dikehendaki dan ditentukan oleh bangsa pribumi Palestina sendiri melalui referendum.

Dia memastikan bahwa prakarsa Presiden AS Donald Trump yang dinamai Perjanjian Abad Ini sia-sia belaka, “akan mati sebelum Trump mati”, dan menjadi bukti tipu daya AS.

Baca: Wow, Teheran Ungkap Usulan Presiden AS agar Iran Tidak Membalas Dendam

“AS dan Zionis berkomplot untuk urusan yang bukan perkara mereka, sebab Palestina adalah untuk orang-orang Palestina sendiri, dan pengambilan keputusan tentangnya adalah hak orang-orang Palestina sendiri,” ungkapnya.

Pemimpin Besar Iran menambahkan bahwa konspirasi AS-Zionis itu akan mengundang karma bagi AS sendiri.

Mengenai sambutan baik sejumlah  sejumlah rezim Arab atas prakarsa itu, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Sama sekali tidaklah penting sambutan baik dan sorakan sejumlah pemimpin Arab pengkhianat, sebab mereka juga tak bernilai dan tak punya reputasi di mata rakyat mereka.”

Baca: Berkoordinasi Lawan Iran, UEA dan Israel Bertemu Diam-diam di AS

Mengenai peringatan HUT kemenangan revolusi Islam Iran, dia mengatakan bahwa rakyat Iran selama 40 tahun terakhir selalu menyelenggarakan pawai-pawai akbar untuk menandai peringatan itu, dalam keadaan cuaca buruk sekalipun.

Ayatullah Khamenei juga menyebutkan pawai akbar kali ini akan diselenggarakan bersamaan dengan peringatan hari ke-40 meninggalnya jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani akibat serangan AS, dan hal ini membuat rakyat Iran semakin termotivasi untuk berpartisipasi dalam pawai itu serta menjadi pukulan bagi musuh-musuh bangsa Muslim dan negara republik Islam ini. (mm/alalam)

DISKUSI: