Haul Jenderal Soleimani, Iran Mengaku Sanggup Melumat Semua Kepentingan Musuhnya dalam 48 Jam

0
675

Teheran, LiputanIslam.com –  Penehat pemimpin besar Iran bidang militer Mayjen Rahim Safavi memperingatkan bahwa Iran sanggup meratakan kepentingan-kepentingan musuh-musuh Iran dengan tanah dalam tempo 48 jam.

“Angkatan Bersenjata Iran akan membalas segala bentuk langkah ceroboh yang mungkin datang dari musuh, dengan balasan yang akan membuat kepentingan-kepentingan musuh akan rata dengan tanah dalam tempo 48 jam saja,” ungkapnya dalam pernyataan di depan para mahasiswa Universitas Pertahanan Nasional yang bernaung di bawah Angkatan Bersenjata Iran, pada momen peringatan gugurnya pahlawan besar Iran Jenderal Qasem Soleimani, Ahad (2/1).

Dia menceritakan bahwa AS pernah melontarkan ancaman besar untuk menggagalkan misi Armada ke-75 Iran, “tapi armada ini terus melanjutkan berlayar selama 150 hari tanpa bersandar di dermaga negara manapun hingga kemudian mencapai tujuannya dengan sambutan hangat dari Rusia.”

“Keberhasilan Angkatan Laut Iran menunaikan misi ini merupakan satu pertanda bahwa Iran sekarang telah menjadi menjadi sebuah kekuatan besar regional,” imbuhnya.

Dia juga menyebutkan bahwa kapal-kapal dagang dan tanker minyak Iran terus dikawal dan dijaga keamanannya oleh armada dan kapal-kapal perusak Angkatan Laut Iran di perairan bebas internasional dan Laut Merah.

Takut Bahkan kepada Gambar Soleimani

Sementara itu, Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mohammad Reza Fallah dalam acara lain di hari yang sama memastikan bahwa pasukan asing akan segera hengkang dari semua kawasan sekitar Iran.

“Ajaran Haji Qasem (Soleimani) telah membuat AS, Israel dan kaki tangan mereka di kawasan dan seluruh dunia menjadi hina dan tak berharga sehingga menyebabkan mereka kabur dari Afghanistan, Irak, dan dalam waktu dekat ini dari semua kawasan (sekitar),” ujarnya.

Dia juga mengatakan, “Haji Qasem secara lahiriah sudah tak ada lagi di tengah kita, tapi pikiran dan ajarannya berupa resistensi dan kontra-kezaliman adalah mimpi buruk bagi musuh di seluruh penjuru dunia sehingga mereka bahkan takut kepada video dan gambar-gambar beliau.”

Jenderal Soleimani bersama rekan seperjuangannya Abu Mahdi Al-Muhandis, mantan wakil komandan pasukan relawan Irak Al-Hashs Al-Shaabi, gugur diserang pasukan AS tak lama setelah keduanya keluar dari Bandara Baghdad pada tanggal 3 Januari 2020,.

Iran lantas membalas serangan itu dengan merudal dua pangkalan yang ditempati pasukan AS di Irak, termasuk pangkalan Ain Al-Assad, pada 8 Januari 2020.

Demi peringatan ini, sedikitnya delapan provinsi di Irak, yaitu Karbala, Najaf, Wasit, Diyala Diwania, Ziqar, Basrah dan Al-Muthanna  meliburkan jam kerja pada hari ini, Senin (3/1).

Komandan IRGC Mayjen Hossein Salami menyebut Jenderal Soleimani sebagai bagian dari identitas dunia Muslim.

“Sosok besar (Jenderal Soleimani) adalah bagian dari identitas dunia Muslim, yang berhutang budi atas 40 tahun pengorbanan diri dan upayanya,” ungkap   Salami, berbicara pada acara dimulainya fase ketiga percobaan pada manusia vaksin Covid-19 Noora buatan Iran, Ahad.

Dia juga menyebutkan bahwa musuh-musuh Iran berusaha mengikis kepercayaan diri orang Iran dan membuat mereka merasa lemah agar kemudian menerima superioritas Barat dan menjadikan Barat sebagai panutan.   (mm/raialyoum/fna/alalam)

Baca juga:

Hizbullah Ungkap Rincian Baru Mengenai Peran Jenderal Soleimani dalam Perang di Lebanon, Suriah Irak dan Yaman

Ayatullah Khamenei: Benar Kata Orang, Syahid Soleimani lebih Berbahaya bagi Musuh daripada Jenderal Soleimani

DISKUSI: