Hizbullah Ungkap Rincian Baru Mengenai Peran Jenderal Soleimani dalam Perang di Lebanon, Suriah Irak dan Yaman

0
246

Beirut, LiputanIslam.com –  Wakil Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qasim mengungkap beberapa hal baru seputar peran martir besar dan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dalam peperangan di Lebanon, Suriah dan Irak.

“Syahid Qasem Soleimani ada di pusat komando operasi pengendalian perang kontra-agresi Israel di Lebanon pada bulan Juli 2006,” ujarnya dalam wawancara dengan Fars, Ahad (2/1).

Dia menjelaskan, “Prestasi Syahid Soleimani banyak. Ketika dia menerima jabatan sebagai komandan Pasukan Quds (yang bernaung di bawah Korps Garda Revolusi Islam/IRGC) situasi kawasan sedang kacau. Terjadi perkembangan luas dan menyebar sejak dia menerima misi ini, dan cukuplah kiranya saya menyebutkan bahwa hasil pertama yang menonjol ialah kemenangan dan pembebasan yang tercapai di Lebanon pada tahun 2000, yakni dua tahun setelah dia menerima misinya. Saat itu pasukan Israel keluar dalam keadaan hina dari Lebanon selatan. Setelah itu adalah kemenangan yang dicapai di Gaza tiga kali.”

Syeikh Naim Qasim juga menyebutkan bahwa perubahan secara luar biasa pada kekuatan dan daya sebar Ansarullah di Yaman juga tak lepas dari peran Jenderal Soleimani.

Menurutnya, Suriah semula hendak dihabisi statusnya sebagai bagian dari Poros Resistensi pada tahun 2011.

“Suriah semula diperkira akan gaal dan berakhir dalam jangka waktu tiga bulan, tapi apa yang dilakukan oleh Syahid Qasem Soleimani ialah penegasan atas keteguhan dan perlawanan yang mengagumkan di Suriah,” ujarnya.

Naim Qasim juga mengatakan, “Demikian pula dukungan kepada Irak, pembentukan Al-Hashd Al-Shaabi (pasukan relawan Irak) serta pengenyahan ISIS di Irak dan Suriah, dan tak lupa pula dukungan yang besar kepada Hizbullah Lebanon sehingga kelompok ini menang atas agresi Israel pada tahun 2006. Saat itu Syahid Qasem berada di pusat komando pengelolaan peperangan ini. Semua prestasi itu dan lain-lain adalah bagian dari hasil jerih payah dan jihad yang dipersembahkan oleh Syahid Qasem Soleimani.”

Mengenai gugurnya Jenderal Soleimani, Syeikh Naim mengatakan, “Saya dapat memastikan bahwa gugurnya Haji Qasem Soleimani akan memberikan hal yang lebih lagi kepada Poros (Resistensi) ini. Sekarang, setelah dua tahun, kita melihat bagaimana poros semakin cemerlang di front perlawanan.”

Seperti diketahui, Jenderal Soleimani bersama rekan seperjuangannya Abu Mahdi Al-Muhandis, mantan wakil komandan pasukan relawan Irak Al-Hashs Al-Shaabi gugur diserang pasukan AS tak lama setelah keduanya keluar dari Bandara Baghdad pada tanggal 3 Januari 2020,.

Iran lantas membalas serangan itu dengan menghujankan beberapa rudalnya ke dua pangkalan yang ditempati pasukan AS di Irak, termasuk pangkalan Ain Al-Assad, pada 8 Januari 2020. (mm/raialyoum)

Baca juga:

[Video:] Haul Jenderal Soleimani, Ribuan Orang Irak Berpawai di Baghdad

Jenderal Soleimani Dicintai karena Kerendahan Hatinya

DISKUSI: