Ayatullah Khamenei: Benar Kata Orang, Syahid Soleimani lebih Berbahaya bagi Musuh daripada Jenderal Soleimani

0
243

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut martir besar Iran mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Qasem Soleimani, sebagai fenomena paling berbobot nasional di Iran sekaligus dan berskala umat, dan sosok yang kesyahidannya justru membuat gerakan resistensi semakin aktif dan optimis.

Dalam kata sambutannya saat menerima kunjungan keluarga Soleimani dan panitia penyelenggara haul ke-2 Soleimani pada momen hari-hari menjelang puncak haul jenderal tersohor dan legendaris Iran tersebut, Sabtu (1/1), Ayatullah menyatakan bahwa Soleimani sampai sekarang masih menjadi tokoh paling fenonemal secara nasional maupun dalam skala umat Islam, dan haulnya yang diselenggarakan di seluruh penjuru Iran menunjukkan bahwa bangsa negara ini sangat memuliakannya.

“Orang tercinta kita, Syahid Soleimani, telah membuktikan bahwa dia mampu menjadi tokoh yang paling berbobot nasional di negara ini maupun menjadi  tokoh negara ini yang paling berskala umat. Puluhan juta orang mengikuti prosesi pemakamannya usai kesyahidan, dan dengan demikian dia adalah sosok paling berkelas nasional, dan dia juga yang paling berskala umat karena selama dua tahun ini nama dan kenangan atasnya semakin berpengaruh di Dunia Islam,” ujar Ayatullah Khamenei.

Dia mengatakan, “Soleimani sekarang merupakan simbol harapan, kepercayaan diri, keberanian, dan rahasia ketahanan dan kemenangan di kawasan kita, dan benar apa yang dikata orang bahwa Syahid Soleimani lebih berbahaya bagi musuh-musuhnya daripada Jenderal Soleimani.”

Dia menjelaskan, “Musuh mengira bahwa dengan kesyahidan Soleimani, Abu Mahdi dan rekan-rekannya yang lain, urusan akan selesai. Tapi sekarang, berkat darah mulia yang tumpah secara teraniaya, AS kabur di Afghanistan.  Di Irak AS terpaksa pura-pura keluar dan menyatakan peran nasihat tanpa kehadiran pasukan tempur, dan tentunya saudara-saudara kita orang Irak harus mencermati masalah ini dengan penuh waspada. Di Yaman, kubu resistensi bergerak maju. Di Suriah, musuh kandas tanpa harapan akan masa depan. Ringkasnya, kubu resistensi dan anti-imperialisme di kawasan sekarang bergerak dengan lebih bergairah, segar dan optimis dibanding dua tahun lalu.”

Ayatollah Khamenei juga menyebut Jenderal Soleimani sebagai “realitas abadi”, dan para pembunuhnya, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, sebagai orang-orang yang hanya akan  “hilang di tong sampah sejarah”.

Seperti diketahui, Qasem Soleimani adalah tokoh kunci dalam penumpasan terorisme terutama di Timur Tengah, terutama Irak dan Suriah, yang kemudian terbunuh bersama wakil ketua pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis dan beberapa orang lain oleh serangan udara AS di dekat Bandara Baghdad pada 3 Januari 2020.  (mm/alalam/fna)

Baca juga:

Presiden Iran: Jenderal Soleimani Sebuah Aliran, AS Melemah di Timteng, Poros Resistensi Berjaya

Jenderal Soleimani Dicintai karena Kerendahan Hatinya

DISKUSI: