Hari Quds, Nasrallah: Quds Makin Dekat, Masa Depan Timteng Ada di Tangan Poros Resistensi

0
466

Beirut, LiputanIslam.com –    Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa masa depan Timteng ada di tangan Poros Resistensi, bukan Rezim Zionis Israel serta pendukung dan sekutu internasional dan regionalnya.

Dia menyebutkan bahwa wibawa kota suci Quds  (Baitul Maqdis/Yerussalem) dalam beberapa pekan terakhir ini telah membangkitkan para pemuda gagah berani Quds di lapangan dan menggerakkan nyali mereka dalam berhadapan dengan pasukan Zionis Israel, sementara interaksi Tepi Barat dan masuknya Gaza ke kancah militer secara terencana untuk membela Quds merupakan satu perkembangan krusial.

Dalam pidato pada kegiatan “Mimbar Bersatu” menyokong Palestina, Selasa malam (5/5), Sayid Nasrallah menekankan komitmen, keimanan dan keteguhan Poros Resistensi pada tanggungjawabnya dalam masalah Palestina, dan menyerukan partisipasi dan ekspresi yang tepat untuk pendirian yang tulus, beriman, dan berani mengenai Quds dan Palestina.

Menurutnya, apa yang terjadi belakangan ini di Tepi Barat, termasuk operasi-operasi serangan gagah berani, menegaskan keteguhan bangsa Palestina pada haknya dan menunjukkan bahwa generasi muda Palestina siap berkorban demi kemenangan di masa mendatang.

Sayid Nasrallah memastikan bahwa, berbeda dengan rezim-rezim Arab, Poros Resistensi adalah kubu yang serius, tulus dan nyata berjuang serta terus menggalang kekuatan, bekerjasama dan berkoordinasi sedemikian rupa “sehingga kami merasa bahwa Quds sudah lebih dekat”.

“Di saat kita melihat kesolidan Poros Resistensi di tengah berbagai kesulitan, perang, blokade dan hasutan, kita menyaksikan keretakan poros-poros lain yang semula mengomando perang terhadap Poros Resistensi di kawasan,” ujarnya.

Dia menilai krisis politik yang mendalam di tubuh Israel juga mulai memperlihatkan apa yang membuat para pengamat Israel sendiri gamang dan meragukan kelestarian negara Zionis ilegal ini.

Mengenai sejumlah negara Arab yang belakangan telah menormalisasi hubungan dengan Israel, termasuk Uni Emirat Arab dan Bahrain, Nasrallah mengatakan bahwa mereka tak pernah menjadi bagian dari pertempuran (melawan Israel) karena itu apa yang mereka lakukan tidak akan mempengaruhi pertempuran.

Dia berseru, “Tanggungjawab hari ini ialah memberikan segala bentuk dukungan ke resistensi Palestina, dan Poros Resistensi harus menguat karena masa depan kawasan akan dibuat oleh poros ini… Kaum Zionis sendiri tahu bahwa entitas ini tak punya masa depan, bahwa usia yang tersisa bagi mereka tinggal sedikit sekali, dan karena itu mereka bersia-sia dengan jerih payah dan darah mereka. ”

Dia bagian akhir Sekjen Hizbullah menegaskan bahwa selagi bangsa Palestina bersiteguh pada haknya dan melanjutkan perjuangan maka rezim-rezim Arab pengkhianat tak akan pernah dapat memadamkan perkara Palestina.

“Sebab jihad bangsa ini adalah argumen bagi setiap orang Arab dan Muslim dan bahkan seluruh manusia merdeka di dunia,” pungkasnya. (mm/alalam)

Berita terkait:

Hari Quds, Presiden Iran Pastikan Masjid Al-Aqsa akan Kembali ke Tangan Umat Islam

Hari Quds, Pemimpin Ansarullah: Bangsa Yaman  Ingin Andil Besar dalam Pembebasan Palestina

Hamas: Hari Quds Internasional adalah Gagasan Brilian Imam Khomaini

DISKUSI: