Hari Quds, Presiden Iran Pastikan Masjid Al-Aqsa akan Kembali ke Tangan Umat Islam

0
384

Teheran, LiputanIslam.com –    Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa peringatan Hari Quds Internasional pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan merupakan salah satu kebanggaan bagi Republik Islam Iran karena pendiri negara ini, Imam Khomaini, telah tampil sebagai penggagasnya pada tahun 1979.

Rouhani dalam rapat kabinet Iran, Rabu (5/5), menyebutkan bahwa sejak itu banyak umat Islam di pelbagai penjuru dunia, terutama di Iran sendiri, menandai peringatan itu dengan berbagai aksi dan kegiatan untuk menunjukkan dukungan mereka kepada perjuangan bangsa Palestina melawan pendudukan Rezim Zionis Israel.

Dia menyebutkan bahwa kaum Zionis mengira bahwa pendudukan mereka atas Palestina akan bertahan lestari, “padahal bangsa Palestina cepat atau lambat pasti akan kembali ke tanah air mereka, dan kota suci Quds dan Masjid Al-Aqsa akan kembali kepada umat Islam”.

“Revolusi Islam Iran telah mengguncang kawasan, dan sejak itu kaum Zionis memraktikkan berbaai bentuk permusuhan dan makar terhadap bangsa Iran dan Republik Islam, termasuk konspirasi untuk menunda penandatangan perjanjian nuklir dan penentangan mereka terhadap penandatangan perjanjian itu oleh AS. Karena itu mereka dulu memanfaatkan kedatangan Donald Trump dan menghasutnya agar keluar dari perjanjian nuklir. Tapi sekarang konspirasi Zionis itu pada akhirnya gagal, dan negara-negara regional dan dunia sama-sama menekankan bahwa AS harus kembali kepada perjanjian nuklir dan menerapkannya secara penuh.”

Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa bangsa Iran sekarang sedang melihat bagaimana kesabaran dan resistensinya mulai membuahkan hasil dalam perundingan nuklir di Wina, Swiss.

“Dari posisi saya sebagai presiden, saya umumkan bahwa sanksi (AS terhadap Iran) telah gagal, dan sanksi itu akan dicabut dalam waktu dekat ini jika kita bersatu,” ujarnya.

“Tak ada apapun bagi AS dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam dialog di Wina kecuali kembali kepada undang-undang dan konsisten kepada janji-janjinya secara penuh. Seluruh dunia sepakat bahwa tak ada jalan kecuali penerapan sepenuhnya perjanjian nuklir dan konsisten kepada pasal-pasalnya, dan ini merupakan kemenangan besar bagi bangsa Iran,” imbuhnya.

Menurut Presiden Rouhani, bangsa-bangsa Timur Tengah menyatakan bahwa mereka tak bermasalah dengan perjanjian nuklir Iran, mereka menghendaki penerapannya, dan dengan demikian konspirasi Zionis terhadap bangsa Iran dan negara-negara regional telah gagal.

“Pihak-pihak lain dalam perjanjian nuklir tahu persis bahwa Iran pantang menerima apapun kecuali penerapan perjanjian itu secara penuh dan pemulihan hak bangsa Iran yang telah diakui oleh perjanjian itu,” tegasnya.  (mm/alalam)

DISKUSI: