Hari Nakba, Para Pejuang Palestina Tegaskan Pantang Menukar Palestina dengan Apapun

0
129

Gaza, LiputanIslam.com –  Faksi-faksi pejuang Palestina, Jumat (15/5/2020), merilis statemen berisi penegasan bahwa hak kepulangan para pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka di seluruh bagian wilayah pendudukan Palestina merupakan “hak yang solid, suci, personal dan komunal, serta tidak akan tergugurkan oleh kelanjutan aksi-aksi pendudukan.”

Dalam statemen yang dirilis pada peringatan 72-tahun Hari Nakba itu mereka menolak permukiman Zionis dan penggantian tanah Palestina dengan tanah lain bagi bangsa Palestina.

“Kami tidak akan pernah menerima penggantian Palestina kecuali dengan Palestina,” tegas mereka, sembari menuntut Inggris bertanggungjawab memulangkan bangsa Palestina dan membayar ganti rugi atas kerugian yang menimpa bangsa ini selama 72 tahun terakhir.

Para pejuang Palestina juga mendesak masyarakat internasional agar “menghukum para pemimpin rezim pendudukan (Israel) atas kejahatannya yang tak berprikemanusiaan, serta berusaha menghapus pendudukan dan merealisasikan pemulangan (para pengungsi Palestina)”.

Mereka menegaskan lagi sikap pantang  mereka menerima “semua prakarsa yang bertujuan menyudahi perjuangan Palestina, atau mengurangi hak-hak rakyat Palestina, terutama prakarsa Kesepakatan Abad Ini (yang diajukan oleh AS)”.

Faksi-faksi pejuang Palestina menyerukan”penyatuan aliansi opsi jihad dan resistensi untuk menghadapi proyek-proyek yang menarget eksistensi kami dan status kami sebagai bagian dari dunia Arab dan Islam.”

Faksi-faksi itu menegaskan hak rakyat Palestina untuk “melawan pendudukan dengan segala cara, terutama perlawanan bersenjata, yang merupakan pilihan strategis untuk melindungi bangsa kami  dan memulihkan hak-hak mereka”.

“Tangan kami akan tetap ada di pelatuk senjata demi melindungi kepentingan bangsa kami, membela mereka dan mengembalikan hak mereka yang dirampas,” lanjut mereka.

Baca: Jelang Hari Quds, Presiden Iran Desak Masyarakat Internasional Keluarkan Israel dari Tanah Palestina

Mereka lantas menyerukan “kerja serius dan nyata untuk mencapai persatuan nasional sejati berdasarkan strategi komprehensif yang melindungi hak, tujuan, dan aset tetap dan historis bangsa ini, serta menjamin pelepasan diri dari pembatasan perjanjian yang tidak menguntungkan dan penghapusan koordinasi keamanan (dengan Israel).”

Baca: AS Minta Israel Berhati-Hati Atas Rencana Aneksasi Tepi Barat

Faksi-faksi pejuang Palestina juga menekankan penolakan terhadap “segala bentuk normalisasi hubungan politik, budaya, olah raga, dan perdagangan dengan rezim pendudukan (Israel),” dan menyebut normalisasi itu sebagai “tikaman ke punggung bangsa Palestina, pelanggaran terhadap hak-hak mereka dan motivasi bagi musuh untuk semakin menggalakkan kejahatan dan pelanggaran terhadap bangsa kami dan kesuciannya.”

Jumat, 15 Mei 2020, bangsa Palestina menandai peringatan ke-72 Tragedi Nakba Palestina tahun 1948, di mana ratusan ribu warga Palestina terlantar setelah kaum Zionis menghancurkan desa-desa mereka dan mengusir mereka. (mm/alalam)

DISKUSI: