Hamas Serukan Unjuk Rasa Akbar Peduli Nasib Pemogok Makan Tahanan Palestina

0
386

Gaza, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Rabu (27/10), menyerukan kepada masyarakat Palestina untuk berpartisipasi dalam gerakan “setia kepada para tahanan mulia” untuk menandai kepedulian kepada nasib para tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan di penjara Israel.

Dalam rangka itu, Hamas mengajak masyarakat untuk menunaikan shalat subuh secara besar-besaran di Masjid Ibrahimi di kota Al-Khalil (Hebron) pada hari Jumat (29/10) dengan mengangkat slogan “setia kepada para tahanan mulia”.

Faksi pejuang yang berbasis di Jalur Gaza itu juga menyerukan gerakan bersama usai shalat Jumat menuju titik-titik kontak dengan pasukan Zionis Israel untuk melakukan aksi bakar ban bekas dan berkonfrontasi dengan pasukan dan warga Zionis.

Selanjutnya, Hamas juga menyerukan partisiasi dalam pawai akbar yang akan diselenggarakan usai shalat Maghrib dari Masjid Al-Husain di Al-Khalil menuju posko konsentrasi peduli pemogok makan tahanan Palestina.

“Partisipasi dalam aksi-aksi hari Jumat mendatang untuk mendukung para tahanan Palestina yang mogok makan di penjara-penjara rezim pendudukan akan dilakukan demi kesetiaan kepada orang-orang yang telah mengorbankan kebebasan mereka demi bangsa Palestina,” ungkap Hamas.

Sebanyak tujuh orang tahanan Palestina melanjutkan aksi mogok makan di penjara-penjara Israel dalam rangka memrotes penahanan administratif yang dikenakan terhadap mereka. Tahanan Palestina yang paling lama melakukan mogok makan adalah Kayed Al-Fasfous, yaitu sejak 107 hari lalu.

Kantor Media Tahanan Palestina memublikasi gambar-gambar yang memperlihatkan buruknya kondisi fisik dan kesehatan salah satu pemogok makan bernama Miqdad Al-Qawasimi dari kota Al-Khalil, yang melakukan aksi itu sejak sekira 100 hari lalu. (mm/fna)

Baca juga:

Bela Tahanan yang Mogok Makan, Jihad Islam Palestina Serukan Konfrontasi dengan Israel

Sistem Pertahanan Udara Iran Mengincar Jet Tempur Israel di Negara-Negara Poros Resistensi

 

DISKUSI: