Hamas Serukan Persatuan Para Pejuang Palestina Melawan Rencana Aneksasi Israel

0
184

Gaza, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyerukan kepada seluruh pasukan Palestina agar bersatu melawan rencana rezim Israel untuk mencaplok banyak wilayah pendudukan Tepi Barat.

“Proyek aneksasi di Tepi Barat adalah rencana Yahudisasi paling berbahaya yang menyasar tanah Palestina, dan itu merupakan pencurian 38 persen wilayah Tepi Barat,” ungkap juru bicara Hamas Abdul-Latif Qanua.

Dia menilai ulah Rezim Zionis itu bertujuan mencari “legitimasi palsu atas lebih dari 70 persen daerah pemukiman (kaum Zionis).”

Qanua lantas mendesak Otoritas Palestina agar menanggapi secara tepat rencana kontroversial Israel mencaplok bagian-bagian strategis Tepi Barat, dan supaya mengumumkan pembatalan Perjanjian Oslo dengan Israel, serta memungkinkan para pejuang di Tepi Barat bangkit membela negara dan tanah Palestina.

baca: Hamas Sebut Israel Tak Lakukan Langkah Apa Pun untuk Pertukaran Tawanan

Menteri Kehakiman Palestina Mohammed al-Shalaldeh Rabu lalu menyatakan Otoritas Palestina yang berkedudukan di Ramallah, Tepi Barat, berniat mengajukan tuntutan hukum terhadap Amerika Serikat (AS) atas dukungannya kepada rencana aneksasi Israel.

“Kami mencari mekanisme hukum untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah AS karena melakukan kejahatan perang bersama Israel terhadap Palestina,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa dukungan AS kepada rencana aneksasi Israel merupakan salah satu dari kejahatan perang tersebut.

Baca: Barak: Mustahil Melenyapkan Kelompok Berakar Kuat seperti Hizbullah

Shalaldeh menegaskan, “Mengakui kedaulatan penjajah atas tanah pendudukan merupakan kejahatan perang itu sendiri, dan tidak ada negara yang memiliki hak untuk mengakui kedaulatan setiap entitas pendudukan” di tanah orang lain di bawah hukum internasional.

Menteri Kehakiman Palestina juga menyebutkan bahwa tuntutan hukum juga akan diajukan terhadap perusahaan-perusahaan internasional yang beroperasi di pemukiman Israel. (mm/presstv)

DISKUSI: