Hamas Peringatkan Negara-Negara Arab dan Islam Soal Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
56

Gaza, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menegaskan kembali bahwa normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel merupakan pengkhianatan terhadap Palestina dan Umat Islam.

Dalam pesannya kepada para pemimpin lebih dari 30 negara Arab dan Islam, Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, Rabu (23/12), menyebut normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan Israel rezim Zionis sebagai tikaman ke punggung bangsa Palestina dan umat Islam.

Haniyeh menegaskan, “Normalisasi hubungan dengan rezim Israel merupakan kesalahan dan perilaku yang merugikan kepentingan umat Islam dan membahayakan masalah Palestina.”

Dia juga menyatakan bahwa perjuangan Palestina dihadapkan pada tantangan besar yang mengarah terhadapnya.

Hamas mengaku prihatin dan bahkan “muak” terhadap penandatanganan normalisasi hubungan yang disponsori oleh Amerika Serikat (AS) antara negara-negara Arab di satu pihak dan Israel di pihak lain,.

Pemimpin faksi besar pejuang Palestina yang berbasis di Gaza itu juga mengaku terkejut dan prihatin atas pembatalan draf resolusi Palestina Liga Arab yang mengutuk normalisasi ini.

Seperti diketahui, akibat tekanan AS, beberapa negara Arab yang dimulai dari Uni Emirat Arab, dan kemudian Bahrain, Sudan, dan yang terbaru Maroko, menjalin hubungan diplomatik dengan Israel meski mendapat kecaman keras dari Palestina. (mm/mn)

Baca juga:

Tunisia Bantah akan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Berhadapan dengan Orang Palestina Tak Bersenjata, Serdadu Israel Malah Kabur

DISKUSI: