Hamas Ingin Pulihkan Hubungan dengan Suriah, Ini Tanggapan Resmi Iran

0
44

Quds, LiputanIslam.com  Pemerintah Iran untuk pertama kalinya memberikan tanggapan resmi atas hasrat Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) untuk memulihkan hubungan dengan pemerintah Suriah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani,  menilai krisis internal yang dibuat-buat di Suriah telah merusak hubungan antara Hamas dan Suriah.

“Suriah telah menjadi tuan rumah kubu resistensi Palestina selama bertahun-tahun, dan krisis internal yang dibuat-buat di Suriah telah merusak hubungan antara Hamas dan Suriah,” tuturnya.

Kanaani menjelaskan, “Perkembangan dalam beberapa tahun terakhir telah membuktikan bahwa entitas Zionis adalah faktor utama yang mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan, terutama di Suriah. Visi baru di kawasan dan Palestina sertapengalaman tahun-tahun ini telah membuktikan hal ini.”

Kenaani menambahkan, “Pendekatan hubungan ini melayani kepentingan bangsa-bangsa di kawasan dan bangsa tertindas Palestina, mendukung pendirian mereka melawan Rezim Zionis (Israel), dan melayani perdamaian dan stabilitas di kawasan.  Kami mendukung pemulihan hubungan ini dan melihatnya sebagai hal yang positif.”

Sebelumnya, Hamas merilis pernyataan yang mengkonfirmasi tekadnya untuk membangun dan mengembangkan hubungan yang solid dengan Suriah, yang dipujinya karena selalu bersama bangsa Palestina.

Hamas menyatakan, “Suriah telah merangkul rakyat Palestina dan faksi-faksi resistensinya selama beberapa dekade, dan ini mengharuskan dukungan kepadanya di tengah agresi brutal yang menimpanya.,

Hamas juga menegaskan “apresiasinya kepada pemimpin dan rakyat Suriah atas peran mereka dalam mendukung bangsa Palestina dan tujuan mereka yang adil.”

Hamas mengharapkan kembalinya Suriah ke posisinya semula di tengah bangsa-bangsa Arab dan umat Islam, mendukung segenap upaya yang dilakukan untuk stabilitas, pertumbuhan dan kemajuan Suriah, dan menentang segala bentuk kelancangan terhadap integritas Suriah.

Hamas menegaskan pihaknya “akan membangun dan mengembangkan hubungan yang mendalam dengan Suriah.”

Diketahui bahwa hubungan Hamas dengan Suriah membeku sejak tahun 2012 setelah Hamas memihak kepada oposisi Suriah dan para pemimpinnya pergi meninggalkan Damaskus. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Komentar Presiden Iran Mengenai Holocaust Picu Kemarahan Israel dan AS

Presiden Iran di New York: Unilateralisme Hasilkan Sanksi, Terorisme dan Perang

DISKUSI: