Hamas dan Jihad Islam Palestina Kutuk Perlakuan Jerman terhadap Hizbullah

0
114

Teheran, LiputanIslam.com – Hamas dan Jihad Islam mengecam keputusan Jerman memasukkan Hizbullah Libanon dalam daftar hitam kelompok teroris. Dua kelompok pejuang terkemuka Palestina itu  menyebut keputusan itu sebagai tindakan Berlin menuruti tekanan Amerika Serikat (AS) dan kaum Zionis.

Juru bicara Hamas Hazem Qasim menyatakan bahwa dengan keputusan itu Jerman telah secara terbuka memperlihatkan keberpihakannya kepada ambisi pendudukan yang digalang oleh Rezim Zionis terhadap bangsa-bangsa Arab melalui agresi dan teror.

“Kesejalanan dengan visi pendudukan Zionis ini memotivasinya untuk melanjutkan agresi dan pembangkangannya terhadap setiap resolusi dan undang-undang internasional serta konvensi kemanusiaan,” ujar Qasim, Jumat (1/5/2020).

“Rezim pendudukan dan para pemimpinnya itulah yang semestinya dikategorikan sebagai teroris dan diperkarakan di forum-forum internasional atas kejahatan dan aksi pembantaian yang mereka lakukan selama lebih dari 70 tahun,” imbuhnya.

Senada dengan ini, Jihad Islam Palestina menyatakan, “Kami menanganggap keputusan (Jerman) itu sebagai respon atas tekanan kaum Zionis dan AS, serta mencerminkan keberpihakan kepada rezim pendudukan Israel yang terus memraktikkan agresi dan teror serta menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas kawasan.”

Kelompok pejuang ini juga menegaskan, “Hizbullah merupakan salah satu pilar utama resistensi yang sah melawan upaya-upaya agresif entitas Zionis yang berulang-ulang terhadap tanah-tanah Libanon, dan pada gilirannya keputusan itu membuat pendirian Jerman semakin berpihak kepada rezim pendudukan. Pendirian ini ditolak oleh bangsa-bangsa Arab dan Islam serta seluruh kaum merdeka dunia.”

Baca: Penulis Saudi: Netanyahu Seharusnya Membakar Orang-orang Palestina!

Gerakan Jihad Islam Palesina menegaskan keberpihakan dan solidaritasnya kepada Hizbullah serta menyokong keteguhannya dalam menempuh metode resistensinya terhadap Israel.

Seperti pernah diberitakan, Kementerian Dalam Negeri Jerman, Kamis (30/4/2020), mengumukan Hizbullah sebagai organisasi terlarang di negara ini, dan menyebutnya sebagai organisasi “teroris”.

Baca: Jerman Larang dan Tangkapi Para Terduga Anggota Hizbullah, Israel Bersorak

Dalam rangka ini , polisi Jerman pada dini hari itu melakukan penggerebekan untuk menangkapi tersangka anggota kelompok pejuang yang bermarkas di Libanon tersebut.  (mm/alalam)

DISKUSI: