Hadi Al-Amiri Tolak Keras Rencana Pembubaran Pasukan Al-Hashd Shaabi

0
255

Baghdad, LiputanIslam.com –   Sekjen Organisasi Badr Irak Hadi Al-Amiri memastikan pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi  (Pasukan Mobilisasi Popular/PMF) tidak akan dibubarkan ataupun digabungkan dengan pasukan lain.

Dalam konferensi pemilu Aliansi Fath di Kirkuk, Jumat (1/10), Al-Amiri menolak desakan pembubaran pembubaran PMF atau penggabungannya dengan Angkatan Bersenjata Irak. Dia beralasan bahwa PMF diperlukan demi mencegah kembalinya terorisme dan sektarianisme di tengah keragaman agama dan aliran keagamaan di Negeri 1001 Malam.

“Al-Hashd Al-Shaabi datang untuk bertahan lestari, dan kami tak akan menerima ide apapun untuk pembubaran atau penggabungannya. Kami di Aliansi Fath berjuang untuk dipersenjatainya tentara dan badan keamanan,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, “Kami di Aliansi Fath siang malam berusaha memotivasi rakyat agar berpartisipasi dalam pemilu dan menyukseskannya agar perubahan yang diinginkan terjadi di Irak, dan akan tercapai melalui kehadiran warga di kotak-kotak pemungutan suara.”

Al-Hashd Al-Shaabi adalah pasukan relawan yang dibentuk menyusul seruan jihad dari ulama Syiah terkemuka Irak Ayatullah Sayid Al-Sistani melawan kawanan teroris ISIS pada tahun 2014.

Pasukan yang didukung, dilatih dan dipersenjatai  oleh Iran ini menghimpun sekira 40 kelompok pasukan yang bukan hanya berasal dari komunitas Syiah, melainkan juga Sunni, Kristen dan Yazidi.  PMF berperan besar dalam penumpasan ISIS di Irak, dan belakangan ini juga getol menentang keberadaan pasukan AS dan sekutunya di Irak serta merupakan bagian dari Poros Resistensi anti AS dan Israel yang digalang Iran, dan karena itu PMF tak jarang disudutkan Barat dan sekutunya dengan tuduhan sektarian. (mm/mawazinnnews)

Baca juga:

Irak Keluarkan Perintah Penangkapan atas Penyeru Normalisasi di Arbil

Puji Irak, Hizbullah Kecam Konferensi Normalisasi dengan Israel di Kurdistan

DISKUSI: