Irak Keluarkan Perintah Penangkapan atas Penyeru Normalisasi di Arbil

0
434

Baghdad,LiputanIslam.com– Pada hari Sabtu (25/9) lalu, media-media Irak memberitakan bahwa Ketua Shahwah al-Iraq, Wisam al-Hardan menyerukan normalisasi dengan Israel dalam konferensi yang berlangsung di Arbil.

Pernyataan ini memicu gelombang kecaman dari berbagai partai politik Irak terhadap al-Hardan. Pemerintah Pusat Irak, kemudian Pemerintah Kurdistan, menyatakan berlepas diri dari konferensi itu dan mengutuknya.

Pada hari Minggu, Pengadilan Pidana al-Karakh Irak mengeluarkan perintah penangkapan al-Hardan, karena telah menghadiri konferensi Arbil dan menyerukan normalisasi dengan Rezim Zionis.

Perintah penangkapan serupa juga dikeluarkan atas mantan anggota Parlemen Irak, Mitsal al-Alusi dan seorang pegawai Kementerian Budaya Irak, Sahar Karim al-Thai.

Hizbullah Lebanon dalam statemennya pun menyanjung sikap berbagai kalangan resmi, politik, keagamaan, dan rakyat Irak yang menentang keras segala bentuk normalisasi dengan Musuh Zionis.

“Kami mengapresiasi tindakan hukum yang diambil Irak dengan menyatakan para penyeru normalisasi ini sebagai penjahat. Hal ini adalah penanda kesadaran istimewa rakyat Irak, faksi-faksi politik, dan martabat nasional mereka dalam menghadapi proyek normalisasi di Timur Tengah,”tandas Hizbullah. (af/fars)

Baca Juga:

Puji Irak, Hizbullah Kecam Konferensi Normalisasi dengan Israel di Kurdistan

Hamas Sebut Israel Berikan Sinyal Positif soal Pertukaran Tawanan

DISKUSI: