Gencatan Senjata Yaman, Kubu Saudi Jelaskan Pelonggaran Blokade

0
243

Riyadh, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Yaman kubu presiden pelarian Mansour Hadi, Ahmed Awad bin Mubarak, yang didukung koalisi pimpinan Saudi, Jumat (1/4), menyebutkan rincian pengaturan telah dibuat terkait dengan gencatan senjata yang telah disepakati.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook mengenai kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui,  Ben Mubarak menyebutkan; “Ini sejalan dengan sikap tegas pemerintah Yaman (pemerintah terguling Mansour Hadi) dalam mendukung setiap upaya untuk meringankan penderitaan orang dan menunjang suasana positif untuk perundingan Yaman-Yaman di Riyadh serta prakarsa-prakarsa  regional dan internasional untuk pengadaan gencatan senjata pada kesempatan bulan suci Ramadhan.”

Dia menambahkan bahwa Mansour Hadi sendiri telah memerintahkan supaya dilakukan semua pengaturan yang diperlukan untuk pembebasan semua tahanan, pembukaan bandara Sanaa, pencabutan panahanan semua kapal minyak di pelabuhan Hodaidah, pembukaan pintu-pintu masuk perbatasan di kota Taiz yang diblokade, dan segala yang sesuatu yang diperlukan untuk mengurangi penderitaan rakyat Yaman.

Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman di Sanaa telah memberi koalisi Saudi tenggat waktu tiga hari untuk mengakhiri agresi dan blokade terhadap Yaman. Tenggat waktu itu berakhir pada Rabu malam lalu.

Koalisi militer pimpinan Saudi pada Selasa malam lalu mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan operasi militer di Yaman. Mereka mengklaim keputusan itu diambil untuk merespon seruan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk menciptakan suasana yang mendukung perundingan damai di Riyadh, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Namun, alasan sebenarnya bisa jadi adalah adanya ancaman kubu Sanaa untuk memulai lagi serangan ke Saudi jika Saudi dan sekutunya setidaknya masih terus memblokade Yaman. (mm/fna)

Berita Terkait:

PBB: Pihak-Pihak yang Bertikai di Yaman Setujui Gencata Senjata Dua Bulan

Kecam Berlanjutnya Blokade, Pasukan Yaman Umumkan Berakhirnya Gencatan Senjata Sepihak

DISKUSI: