Gencatan Senjata di Yaman Dinyatakan Berakhir

0
634

Dubai, LiputanIslam.com –  Gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di Yaman berakhir, Kamis (23/4/2020), di tengah kekhawatiran terhadap meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19).

Batas waktu dua minggu gencatan senjata di Yaman yang diberlakukan sejak 9 April lalu itu dinyatakan berakhir oleh Koalisi, tanpa mengarah kepada gencatan senjata permanen sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa perang akan berlanjut di Yaman dan kemudian melemahkan kemampuannya yang sudah lemah untuk memerangi pandemi Covid-19.

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) sendiri, yang diperangi oleh Saudi dan sekutunya di Yaman, sejak awal menyatakan penolakannya atas pengumuman gencatan senjata berjangka waktu dua minggu itu, karena kelompok itu menganggapnya “tak lebih dari tipuan dan penyesatan opini dunia”.

Baca: Saudi Lakukan 230 Serangan Udara di Yaman Meski Sudah Umumkan Gencatan Senjata

PBB bulan lalu menyerukan gencatan senjata global agar dunia bisa fokus memerangi Covid-19, dan berbagai lembaga penyalur bantuanpun khawatir wabah yang mendunia ini akan menimbulkan bencana di Yaman setelah perang menginjak masanya yang ke-6 tahun.

Baca: Yaman Sebut Koalisi Saudi Lebih Memilih Perang daripada Perundingan

Sumber-sumber diplomatik semula memperkirakan akan ada perpanjangan masa gencatan senjata setidaknya dua minggu lagi, kalaupun tak sampai akhir bulan suci Ramadhan. Tapi mereka kemudian menyatakan Koalisi tidak memperpanjang gencatan senjata setelah kedua pihak yang bersiteru pada kenyataannya masih saling gempur. (mm/rt)

DISKUSI: