Yaman Sebut Koalisi Saudi Lebih Memilih Perang daripada Perundingan

0
361

Sanaa,LiputanIslam.com-Abdul Qudus al-Shahari (Deputi Ketua Divisi Informasi Ansharullah) mengatakan, saat ini tak ada pernyataan resmi terkait masalah perundingan dengan Saudi. Menurutnya, kabar-kabar yang beredar di koran dan situs internet adalah berita tidak resmi.

Sebelum ini, kantor berita Reuters menukil dari sejumlah sumber, bahwa perundingan tak langsung telah dimulai antara Ansharullah dan Saudi terkait gencatan senjata di Yaman.

Al-Shahari menyatakan, sebelum ini Ansharullah telah menawarkan perundingan kepada koalisi Saudi. Namun, kata al-Shahari, Riyadh tidak memberikan perhatian cukup terhadap tawaran tersebut. Bahkan menanggapinya dengan melancarkan puluhan serangan ke Yaman.

“Lebih dari 250 serangan telah dilancarkan ke berbagai provinsi dan kota di Yaman. Ini menunjukkan bahwa Saudi tidak punya minat untuk berunding dan lebih memilih opsi perang,”tandasnya.

“Martin Griffiths (utusan khusus PBB) ditugasi untuk menjadi mediator antara kelompok-kelompok Yaman. Tapi tak ada niat serius untuk menghentikan perang. Saat koalisi Saudi mengabarkan adanya gencatan senjata selama 2 pekan, sebaiknya perang dihentikan total dan kita duduk berunding untuk mencari solusi,”lanjut al-Shahari.

Muhammad Ali al-Houthi (anggota Dewan Tinggi Politik Yaman) pada hari Rabu kemarin (15/4) mengatakan, PBB telah menanggapi proposal Sanaa untuk mengatasi krisis dan mengakhiri perang.

“Menghentikan agresi, mengakhiri blokade, dan mengambil kebijakan kemanusiaan dan ekonomi adalah prioritas rakyat Yaman dan gerbang menuju perdamaian,”tegas al-Houthi. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

[Editorial] Covid-19, dan Nasib Saudi dalam Konflik Yaman

Palang Merah Internasional Dilarang Menginspeksi Penjara Koalisi Saudi

DISKUSI: