Gelar Parade Militer, Pasukan Yaman Pamerkan Senjata Baru Buatan Dalam Negeri

0
63

Sanaa, LiputanIslam.com  Pasukan gabungan Yaman, Rabu (21/9), menggelar parade militer akbar sembari memamerkan beberapa senjata baru buatan dalam negeri.

Pada puncak peringatan revolusi 21 September 2014, angkatan bersenjata Yaman menggelar parade militer di alun-alun Al-Sabeen, Sanaa, ibu kota Yaman, dan menampilkan beberapa senjata baru tersebut.

Selain beberapa helikopter militer yang telah direhabilitasi oleh para ahli Yaman, terlihat pula  rudal permukaan-ke-laut dan darat-ke-darat, drone, serta berbagai tipe peralatan militer di berbagai bidang darat, udara dan laut.

Disebutkan bahwa parade itu membawa “pesan yang jelas dan tegas kepada pimpinan koalisi agresor dan pihak-pihak yang peduli kepada masalah ini”, dan bahwa parade ini merupakan “ penjabaran atas pidato pemimpin revolusi, Sayid Abdul-Malik Badr al -Din al-Houthi, kemarin.”

Beberapa foto yang dirilis memperlihatkan rudal-rudal “Hatam”, “Karrar” dan “Falaq”. Pasukan Yaman belum mengumumkan rincian tentang jangkauan atau kemampuan destruktif rudal dan drone  yang mereka pamerkan.

Namun demikian, tentara Yaman tampak telah memproduksi senjata dan rudal dengan beragam tipe dan jangkauan meskipun mereka diblokade udara, laut dan darat secara total.

Pada parade tersebut Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman di Sanaa, Mahdi Al-Mashat, untuk pertama kalinya terlihat berada di atas mobil lapis baja buatan AS hasil rampasan perang dalam pertempuran melawan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi.

Di hari yang sama, rakyat Yaman turun ke jalan-jalan di kota barat laut Sa’ada dan berbagai daerah lain negara ini untuk menyuarakan kutukan mereka atas agresi dan kejahatan perang Saudi dan sekutunya.

Massa di Sa’ada mengibarkan bendera nasional Yaman, membentangkan spanduk, dan membawa poster Sayid Abdul-Malik al-Houthi sembari meneriakkan yel-yel perlawanan terhadap kubu agresor.

Mereka merilis deklarasi yang menegaskan bahwa Revolusi 21 September merupakan revolusi otentik rakyat Yaman sendiri tanpa dipengaruhi oleh negara lain, dan bahwa revolusi ini telah menggulung hegemoni asing sehingga menjadi salah satu kebangkitan yang paling terhormat dan sukses di dunia.

Seperti diketahui, Pada tahun 2014, rakyat Yaman bangkit melawan rezim korup yang didukung Saudi, Abd Rabbuh Mansur Hadi. Ketika gelombang aksi protes melanda Yaman, Ansarallah pada 21 September menguasai Sanaa menyusul kemajuan pesat mereka ke selatan dari benteng utara Saada.

Hampir enam bulan kemudian, koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan invasi militer ke Yaman dengan tujuan menumpas Ansarullah dan memulihkan rezim Hadi, namun gagal total meski mereka sempat bersumbar akan berhasil menumpas Ansarullah dalam hitungan minggu atau bahkan hari. (mm/alalam)

Baca juga:

Al-Houthi: Revolusi 2014 Buyarkan Plot AS di Yaman

Peringati Revolusi 21 September, Pasukan Yaman Gelar Parade Akbar

 

DISKUSI: