Al-Houthi: Revolusi 2014 Buyarkan Plot AS di Yaman

0
91

Sanaa, LiputanIslam.com  Pemimpin Gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) berusaha memperparah kekacauan di Yaman demi mengambil kendali penuh atas negara ini, namun revolusi rakyat pada tahun 2014 telah membuyarkan plot tersebut.

Al-Houthi menyatakan demikian dalam pidato yang disiarkan langsung dari Sana’a, ibu kota Yaman,  Selasa (20/9),  pada peringatan HUT ke-8 Revolusi 21 September yang menggulingkan rezim Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi.

Gerakan Ansarullah mengambil alih pemerintahan di Sana’a pada 21 September setelah gelombang protes meluas dan membuat Hadi melarikan diri ke Riyadh, ibu kota Saudi.

“Revolusi 21 September, dari sudut pandang agama, moral, dan nasional, masih merupakan keharusan dan bermanfaat bagi bangsa kita. Gerakan revolusi itu luas dalam tema, tujuan, dan momentum populernya, dan ini  bukan milik kelompok tertentu melainkan milik semua orang Yaman,” ungkap Al-Houthi.

Dia menyebutkan bahwa sebelum revolusi itu Dubes AS untuk Yaman tak ubahnya dengan “presiden Yaman” sendiri.

“Amerika mencoba mengeksploitasi kemerdekaan negara kami dan mendominasi negara kami secara tidak langsung dan tanpa perang. Plot Amerika didasarkan pada peningkatan kesenjangan politik yang sejalan dengan disintegrasi negara kita,” terangnya.

Menurutnya, AS menjalankan kebijakan destruktif untuk Yaman tanpa mempedulikan kepentingan rakyat Yaman.

“Washington bekerja untuk meningkatkan kekacauan di Yaman, namun gerakan rakyat Yaman itulah yang menggagalkan plot AS dan sekutunya.”

Dia juga menegaskan bahwa AS berusaha melucuti tentara Yaman dari kemampuan militernya dan mengubah kedubesnya di Sanaa menjadi markas besar untuk mengelola semua kegiatan sabotase di Yaman.

Al-Houthi juga menyebut agresi koalisi militer yang dipimpin Saudi terhadap Yaman sebagai upaya untuk melanjutkan dominasi mereka atas Yaman.

“Koalisi agresor menghancurkan semua infrastruktur, dan bahkan menyasar  pengadilan, penjara, kuburan, sekolah, dan lain-lain,” ungkapnya.

Dia menegaskan, “Koalisi agresor dan pengkhianat di antara orang-orang kami menjarah kekayaan minyak Yaman, dan mengendalikan sumber daya Yaman.”

Pemimpin Ansarullah Yaman juga mengecam normalisasi hubungan sejumlah negara Arab dengan Rezim Zionis Israel, dan menegaskan bahwa bangsa Yaman menentang normalisasi yang dimotori oleh AS tersebut.  (mm/presstv)

Baca juga:

Peringati Revolusi 21 September, Pasukan Yaman Gelar Parade Akbar

Sanaa: Mustahil Tekad Yaman Melemah untuk Hadapi Musuh

 

DISKUSI: