Peringati Revolusi 21 September, Pasukan Yaman Gelar Parade Akbar

0
19

Sanaa, LiputanIslam.com  Pasukan dari berbagai unit Angkatan Bersenjata Yaman menggelar parade militer besar-besaran di Sanaa, ibu kota negara ini, untuk memperingati ulang tahun kedelapan revolusi 21 September melawan rezim yang didukung Saudi dan ketersingkirannya dari kekuasaan.

Sebuah upacara diadakan di Al-Sabeen Square, alun-alun utama perayaan nasional, Kamis (15/9), dengan dihadiri oleh para pejabat tinggi politik dan keamanan serta komandan militer senior.

Dalam upacara yang dipimpin oleh pemimpin besar gerakan Ansarullah, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, unit-unit pasukan dari berbagai divisi Angkatan Bersenjata Yaman, termasuk Angkatan Darat dan Pertahanan Udara, menunjukkan beragam capaian mereka.

Parade itu menampilkan aneka peralatan tempur canggih seperti rudal, kendaraan lapis baja, senapan, pesawat nirawak (UAV/drone) dan sistem rudal pertahanan udara.

Pada tahun 2014, rakyat Yaman bangkit melawan rezim korup yang didukung Saudi, Abd Rabbuh Mansur Hadi. Ketika gelombang aksi protes melanda Yaman, Ansarallah pada 21 September menguasai Sanaa menyusul kemajuan pesat mereka ke selatan dari benteng utara Saada.

Hampir enam bulan kemudian, koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan invasi militer ke Yaman dengan tujuan menumpas Ansarullah dan memulihkan rezim Hadi, namun gagal total meski mereka sempat bersumbar akan berhasil menumpas Ansarullah dalam hitungan minggu atau bahkan hari.

Sayid Abdul Malik Al-Houthi dalam pidato pada parade militer tersebut mengatakan bahwa pasukan koalisi telah mengerahkan segenap kemampuannya, termasuk dengan menggunakan kaum takfiri untuk melancarkan berbagai aksi jahat semisal peledakan bom.

“Tapi koalisi agresor gagal mencapai tujuan kriminalnya, berkat pertolongan Tuhan serta upaya Kementerian Dalam Negeri dan berbagai badan keamanan,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa koalisi yang dipimpian Saudi berusaha melakukan pembunuhan terhadap para negarawan dan arus rakyat anti-agresi, namun sebagian besarnya gagal.

“Koalisi agresor mengerahkan kemampuan materialnya untuk menyabotase, menimbulkan kekacauan dan menyerang keamanan atas nama politik dan sosial. Musuh memiliki aktivitas intensif yang memindahkan sel-sel kriminal demi kejahatan terorganisir yang menyasar orang-orang kita. Di antara kejahatan terorganisir yang dilakukan musuh adalah penyebaran narkoba, prostitusi, pencurian dan penggelapan, tapi gagal dalam hal ini,” terangnya.

Al-Houthi juga mengatakan, “Seandainya musuh berhasil dalam plot ini,maka keseharian bangsa kita akan berubah menjadi pembantaian brutal dan kejahatan melalui takfiri dan lain-lain.”

Pemimpin Ansarullah kemudian memperingatkan musuhnya agar berhenti melanjutkan konspirasi terhadap negara dan bangsa Yaman.

“Keamanan negeri kami menguntungkan semua bangsa tetangga, dan kami siap andil dalam kerjasama keamanan demi umat dan bangsa-bangsa kita,” harapnya kepada negara-negara jiran Yaman. (mm/presstv/alalam)

Baca juga:

Sanaa: Mustahil Tekad Yaman Melemah untuk Hadapi Musuh

Pemerintah Bahrain Lebih Memihak Minoritas Yahudi ketimbang Mayoritas Syiah

DISKUSI: