Sanaa: Normalisasi Justru akan Perparah Kondisi Sudan

0
144

Sanaa,LiputanIslam.com-Menlu Yaman, Hisham Sharaf melalui statemennya Jumat malam (23/10) menanggapi keputusan Sudan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Para pejabat baru Sudan bertindak terburu-buru untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Namun kesepakatan kompromi dengan Rezim Penjajah ini tak akan melemahkan kekuatan Poros Perlawanan,”kata Sharaf.

Menlu Yaman menegaskan, deklarasi resmi kesepakatan Khartoum dan Tel Aviv terjadi lantaran ketundukan politik-finansial Sudan terhadap Koalisi Saudi-UEA.

Menurut Sharaf, Saudi dan UEA berusaha mendekatkan diri kepada Pemerintah AS dan lobi Zionis di AS. Dengan melakukan normalisasi, mereka telah menjauh dari masalah Umat Islam dan Arab.

“Harga yang akan ditanggung para pemimpin Sudan demi dihapus dari daftar pendukung terorisme, mulai dari kerugian jutaan dolar hingga kesepakatan normalisasi, bukan hanya tidak memberikan solusi bagi negara ini untuk keluar dari krisis, bahkan justru akan memperparah dampaknya. Kondisi Sudan dalam hari-hari mendatang akan membuktikan kebenaran hal ini,”tandas Sharaf.

Sharaf menyatakan, kompetisi sejumlah negara Arab untuk saling mendahului menjalin hubungan dengan Israel adalah pengabaian terhadap hak bangsa Palestina serta ketertindasan mereka.

Sudan adalah negara Arab ketiga yang dalam beberapa pekan terakhir ini menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis, meski ditentang oleh negara-negara di Kawasan. (af/alalam)

Baca Juga:

Trump Umumkan Kesepakatan Normalisasi Hubungan Sudan dengan Israel

Partai-Partai di Sudan Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

DISKUSI: