Foto Satelit Ungkap Kehancuran Sistem Pertahanan Udara Turki di Libya

0
117

Benghazi, LiputanIslam.com – Sebuah kelompok aktivis militer di jejaring sosial Facebook mengedarkan gambar-gambar hasil pencitraan satelit yang memperlihatkan kehancuran sistem pertahanan udara yang dipasang Turki di Libya.

Foto itu menampakkan lokasi sistem pertahanan udara Turki sebelum dan sesudah serangan udara. Pada foto sesudah serangan terlihat bintik-bintik besar muncul pada titik-titik lokasi yang menjadi target serangan udara.

Serangan udara itu sendiri terjadi beberapa pekan lalu, namun sampai sekarang masih misterius dan belum ada laporan pasti dan resmi mengenai siapa pelakunya.

Media Libya memberitakan kehancuran sistem pertahanan udara  yang dipasang Turki di Pangkalan Udara Al-Watiyah di Libya barat.

Surat kabar Libya Al-Mursad mengutip keterangan sebuah sumber resmi dari pusat komando operasi Angkatan Udara Komando Umum Tentara Nasional Libya (LNA) bahwa serangan udara itu menyasar  radar dan pertahanan udara Hawk dan Coral milik Turki untuk melumpuhkan pangkalan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan pihaknya sedang menyelidiki serangan itu dan akan memberikan respon yang sesuai setelah semua rincian dirilis.

Kementerian itu juga menyebutkan tak korban dari pihak militer Turki dalam serangan itu.

Baca: Ganti Pertahanan Udara yang Hancur di Libya, Turki Datangkan Sistem Ukraina

Sementara itu, Menlu Turki Mevlut Chavusoglu, Senin (13/7/2020), menyatakan bahwa persiapan militer pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki masih terus berlanjut untuk merebut kembali kota Sirte dan daerah al-Jafrah dari tangan LNA yang didukung Mesir dan Uni Emirat Arab.

Baca: Turki Desak LNA Keluar dari Sirte, Mesir Tegaskan Sudah Saatnya Pengiriman Teroris ke Libya Dihentikan

Chavusoglu menegaskan bahwa gencatan senjata di Libya sekarang tidak akan menguntungkan GNA, dan penyerahan Sirte dan Al-Jafrah kepada GNA merupakan syarat untuk gencatan senjata dan dimulainya perundingan. (mm/amn/railayoum)

DISKUSI: