Faksi-Faksi Pejuang Palestina Kutuk Keras Kunjungan Presiden Israel ke UEA

0
257

Gaza, LiputanIslam.com – Faksi-faksi pejuang Palestina mengecam keras tindakan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyambut kunjungan kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog. Bersamaan dengan ini, Herzog di UEA menyerukan peningkatan jumlah negara yang menormalisasi hubuangan dengan Israel, sementara UEA berterima kasih atas dukungan Israel kepada UEA terkait serangan Yaman.

Hamas dalam sebuah pernyataannya, Ahad (30/1), menegaskan penolakannya terhadap “segala bentuk normalisasi hubungan dengan musuh, Zionis, dan para para pemimpin entitas ilusifnya”, serta menyebut sambutan itu tak ubahnya dengan ikut memotivasi “kontinyuitas kejahatan Rezim Zionis Israel terhadap bangsa Palestina” dan “sambutan kepada pemimpin ekstremis dan teroris sehingga merupakan penistaan terhadap tanah Arab”.

Hamas menyatakan, “Memprihatinkan, kunjungan ini terjadi di tengah eskalasi serangan rezim pendudukan (Israel) terhadap bangsa kami dengan pembunuhan dan penangkapan sampai pagi hari ini, bertambahnya kebijakan rasial sebagaimana terjadi pada saudara-saudara kami di Quds, berlanjutnya kebijakan pembangunan permukiman (Yahudi) di Tepi Barat dan blokade Jalur Gaza, dan berlanjutnya penyiksaan terhadap tahanan (Palestina).”

Hamas menganggap kunjungan-kunjungan normalisasi hubungan dengan Israel “dengan sendirinya memotivasi rezim pendudukan dalam melanjutkan dan meningkatkan serangan terhadap bangsa Palestina dan pengingkaran terhadap hak mereka, dan inilah yang terjadi sejak peluncuran proses normalisasi”.

Hamas menyerukan “penarikan diri sepenuhnya dari jalur normalisasi, yang tak melayani kecuali kepentingan Zionis di kawasan serta berbenturan dengan kepentingan nasional negara-negara dan bangsa-bangsa Arab dan Islam”.

Senada dengan ini, gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) menyatakan, “Di saat terorisme Zionis meningkat terhadap bangsa, tanah dan kesucian Palestina, Abu Dhabi malah menyambut salah satu gembong ekstremis dan teroris Yahudi Isaac Herzog untuk penguatan aliansi normalisasi, yang melanggar semua larangan dan merepresentasikan penolakan terhadap prinsip nasionalisme dan keislaman.”

PIJ juga menyebut kunjungan itu “penistaan terhadap tanah-tanah Arab serta upaya memaksakan eksistensi rezim pendudukan yang tak dapat diterima oleh akal sehat kita”.

PIJ bersumbar, “Celakah semua penormalisasi dan para diktator yang telah berjalan di jalur yang bertentangan dengan kehendak dan cita-cita bangsa-bangsa umat ini. Setinggi apapun tingkat aliansi cela dengan musuh ini keyakinan kami bahwa musuh ini akan musnah lebih kuat dan lebih dapat dipercaya daripada fatamorgana aliansi dan hubungan batil itu.”

Front Demokrasi Pembebasan Palestina (PDFP) juga bersuara dengan menegaskan bahwa “pengalaman normalisasi hubungan dengan Israel yang diadakan dengan dalih demi stabilitas, ketentraman, keamanan dan perdamaian di kawasan justru menunjukkan kekhurafatan dalih ini, sebab rezim pendudukan masih meningkatkan serangannya terhadap bangsa kami dan Tepi Barat dan Jalur Gaza, saudara-saudara kami di Negev, dan saudara kami anak-anak bangsa Arab Suriah di wilayah pendudukan Golan.”

Media Israel pada hari itu melaporkan bahwa pesawat yang menbawa Herzog telah  mendarat di Abu Dhabi, ibu kota UEA, dan disambut oleh Menlu UEA Abdullah Bin Zayed.

Herzog kemudian mengadakan pertemuan “hangat dan ramah” dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan penguasa de facto UEA Sheikh Mohamed bin Zayed.

Dalam pertemuan ini Herzog menyerukan supaya banyak lagi negara yang bersedia bergabung dengan Kesepakatan Abraham yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

Di pihak lain, Bin Zayed berterima kasih kepada Herzog atas kecaman Israel terhadap serangan rudal dan drone Yaman belangan ini ke wilayah UEA. (mm/almayadeen/timesofisrael)

Baca juga:

Israel Keberatan Jual Sistem Pertahanan Udara kepada UEA

Jenderal Terkemuka Israel Akui Kehebatan Iran di Bidang Drone Militer

 

DISKUSI: