Israel Keberatan Jual Sistem Pertahanan Udara kepada UEA

0
410

TelAviv, LiputanIslam.com –   Badan-badan keamanan Israel keberatan menjual sistem-sistem pertahanan udaranya, terutama  Iron Dome  dan David’s Sling, kepada Uni Emirat Arab (UEA).

Dalam artikel di surat kabar Israel Maariv, Jumat (28/1), pengamat dan jurnalis militer Israel Alon Ben David menyebutkan bahwa badan-badan keamanan Israel telah memperlihatkan keberataannya secara mencolok terhadap kemungkinan penjualan teknologi canggih, terutama sistem pertahanan udara, kepada negara-negara mitra baru Israel.

Negara-negara yang dimaksud Ben David adalah UEA, Bahrain, Maroko dan Sudan yang belakangan menjalin perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel melalui mediasi Amerika Serikat (AS). Menurutnya, negara-negara ini “sangat memerlukan” sistem pertahanan buatan Israel.

Secara terpisah, jurnalis militer Israel lain, Yoav Limor, di surat kabar Israel HaYom menyebutkan bahwa Israel keberatan karena khawatir informasi teknologi dan militernya jatuh ke pihak-pihak lain.

Ben David menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan Israel mencabut keputusannya untuk tidak menjual UEA di sejumlah bidang, termasuk pertahanan siber, “tapi di bidang pertahanan udara tetap menolak”, dan penolakan ini mendorong UEA untuk membeli sistem pertahanan udara dari Korea Selatan, yang berbasis teknologi Rusia.

“Beginilah cara Israel kehilangan kesempatan untuk menjual sistemnya, Iron Dome dan David’s Sling, dan menempatkan keduanya sebagai target Iran yang hari ini menyerang UEA,” klaim Ben David.

Ben David memperkirakan bahwa seandainya terjadi transaksi dengan UEA di bidang tersebut maka nilainya mencapai US$ 3,5 miliar,  dan “ini dapat mengurangi biaya sistem ini bagi kita, dan memberi industri militer Israel banyak peluang kerja”.

Seperti diketahui, belakangan ini wilayah UEA menjadi target gelombang serangan rudal balistik dan drone pasukan Ansarullah dan sekutunya di Yaman setelah UEA diketahui aktif lagi dalam invasi militer pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman. Gelombang serangan itu lantas membuat pasukan proksi UEA di Yaman menghentikan operasi militernya terhadap pasukan Ansarullah di provinsi Shabwah dan Ma’rib. (mm/alalam)

Baca juga:

Terancam Gelombang Serangan Lanjutan dari Yaman, UEA Hentikan Operasi Militer Proksinya

Tolak Perjanjian Oslo, PM Israel: Negara Palestina Tak Akan Pernah Ada

DISKUSI: