Faksi-faksi Palestina Bersatu, Sinyal Intifada Baru?

0
205

Gaza,LiputanIslam.com-Bangsa Palestina akhir-akhir terus memperluas perlawanan bersenjata mereka menghadapi Israel. Sejak awal pekan, 2 serdadu Israel dikabarkan tewas sementara 3 orang Zionis lainnya terluka, menyusul kontak senjata antara pejuang Palestina dan Tentara Israel di Quds dan Nablus.

Menurut laporan al-Jazeera, ada 833 aksi perlawanan dalam beragam bentuknya yang terjadi di Tepi Barat selama September silam. Yang menarik perhatian adalah bergabungnya pejuang Jihad Islam dan Hamas dengan para pejuang dari Brigade Syuhada al-Aqsa yang berafiliasi kepada Fatah. Di antara faksi-faksi bersenjata yang paling menonjol adalah Brigade Jenin dan Arin al-Aswad.

Sehubungan dengan ini, Wakil Ketua Kantor Politik Hamas, Saleh al-Arouri mengumumkan bahwa Arin al-Aswad mencakup para pejuang dari semua faksi Palestina. Tujuan faksi ini adalah melawan para penjajah. Al-Arouri mengatakan, ada sinyal-sinyal munculnya intifada baru di Tepi Barat. Salah satunya adalah persatuan dalam perlawanan di lapangan.

Seorang anggota Dewan Konstitusi Palestina, Hasan Kharisha mengatakan, kondisi di Tepi Barat tengah menuju intifada bersenjata. Bertambahnya operasi-operasi perlawanan telah membuat panik Rezim Zionis.

Periset Palestina, Mahmoud Jarabaah juga berpendapat, perlawanan bersenjata di Tepi Barat tidak berhenti sejak Perang Pedang al-Quds yang berkobar pada Mei 2021. Menurutnya, setiap hari selalu ada konflik bersenjata antara pejuang Palestina dan Tentara Israel.

Meski demikian, Jarabaah menilai bahwa operasi-operasi perlawanan saat ini di Tepi Barat akan mengarah ke kebangkitan bersenjata. Namun, imbuhnya, operasi perlawanan individual tetap berlanjut dan akan meningkat. (af/fars)

DISKUSI: