Eropa Ingin Perundingan Nuklir Iran Segera Diakhiri, Teheran Utamakan Keberlanjutan

0
311

Teheran, LiputanIslam.com –  Lembaga pemberitaan Tasnim yang berbasis di Iran, Rabu (1/12), mengutip keterangan sumber anonim bahwa pihak-pihak Eropa dalam perundingan nuklir di Wina, Austria, menginginkan supaya putaran perundingan ini segera diakhiri, sedangkan tim perunding Iran “mengutamakan keberlanjutan perundingan selagi dirasa urgen”.

Tasnim menyebutkan bahwa kendala terbesar bagi terwujudnya kesefahaman dalam pertemuan pada Selasa lalu ialah kebersikerasan pihak-pihak Eropa uintuk “berkonsultasi dengan Amerika Serikat (AS) dalam semua urusan”.

Perundingan nuklir Iran dengan kelompok 4+1 (Inggris, Prancis, Rusia dan China plus Jerman) di Wina menjalani putaran baru sejak Senin lalu setelah terhenti selama lima bulan. AS disebut-sebut mengikuti perundingan ini tapi secara tidak langsung.

Perundingan ini bertujuan memulihkan perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang diteken pada tahun 2015 setelah pelaksanaannya mangkrak akibat keluarnya AS secara sepihak dari perjanjian ini pada tahun 2018.

Sementara itu, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyebutkan bahwa Iran memulai proses pengayaan uranium dengan kemurnian 20% dengan menggunakan mesin sentrifugal canggih di fasilitas nuklir Fordow yang dibangun di dalam gunung, suatu tindakan yang dinilai dapat menyulut ketegangan dalam perundingan di Wina.

IAEA yang bernaung di bawah PBB dalam sebuah pernyataannya menjelaskan bahwa Selasa lalu pihaknya telah memverifikasi bahwa Iran telah menyuntikkan uranium heksafluorida, yang diperkaya hingga 5 persen, ke dalam serangkaian 166 sentrifugal IR-6 di Ford, dengan tujuan meningkatkan kemurnian hingga 20 persen.

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh IAEA pada bulan lalu menyebutkian bahwa Iran mengoperasikan 166 mesin IR-6 di sana, tapi tanpa menyebutkan ihwal produk yang diperkaya. (mm/tasnim/railayoum)

Baca juga:

Iran Tak Terima Kurang dari Pencabutan Sanksi Secara Total, Israel Mengancam

Rusia: AS Siap Cabut Semua Sanksinya terhadap Iran

 

DISKUSI: