Erdogan Tegaskan lagi Kemungkinan Turki Kirim Pasukan ke Libya

0
126

Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menyatakan kemungkinan negaranya mengirim pasukan militer ke Libya yang dilanda perang saudara.

Libya dewasa ini terbelah dalam dua blok kekuasan; satu adalah Pemerintahan Kesepakatan Nasional (Government of National Accord/GNA) yang diakui PBB serta dipimpin Perdana Menteri Fayez Mustafa al-Sarraj dan bermarkas di ibu kota, Tripoli; dan yang lain Tentara Nasional Libya (Libyan National Army/LNA) yang terdiri atas kelompok-kelompok milisi yang dipimpin Marsekal Lapangan Khalifa Belqasim Haftar serta didukung Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA).

Turki hanya mengakui pemerintahan GNA, dan belum lama ini menjalin perjanjian perbatasan laut serta perjanjian militer dan keamanan atau pakta pertahanan.

“Kami mendukung penuh pemerintahan Libya yang sah, dan jika diperlukan maka dukungan ini akan kami berikan secara militer,” ungkapnya pada seremoni peluncuran kapal selam kelas 214 tipe pertama TCG Piri Reis milik Turki di Pangkalan Laut Golcuk, Turki, Ahad (22/12/2019).

Dia menambahkan bahwa jika dirasa perlu maka Turki siap mengirim bantuan pasukan darat, udara, atau laut untuk membela GNA.

Sehari sebelumnya, parlemen Turki mensahkan perjanjian militer dan keamanan negara ini dengan GNA, yang memungkinkan pengiriman pasukan militer ke Libya.

Baca: Erdogan Nyatakan Turki tidak akan Diam jika Rusia Menyokong Haftar di Libya

Menurut Reuters, sebuah laporan para ahli PBB bulan lalu menyebutkan bahwa Turki  telah mengirim pasokan militer ke Libya.

Haftar telah memerintahkan LNA untuk menarget kapal-kapal dan perusahaan-perusahaan Turki, melarang penerbangan Turki, dan menangkap warga negara Turki di Libya.

Baca: Erdogan: Saudi Ancam Usir 4 Juta Orang Pakistan Jika Imran Khan Ikuti KTT Kuala Lumpur

Tak lama setelah parlemen Turki menyetujui pakta pertahanan dengan Libya tersebut, LNA mencegat sebuah kapal Turki berbendera Grenada dan menggelandangnya ke pelabuhan Ras Al Hilal di dekat kota Derna.

Juru bicara pasukan Haftar dalam sebuah pernyataannya pada Sabtu lalu menyatakan bahwa penahanan kapal itu dilakukan “untuk mencari dan memverifikasi muatannya”. (mm/fars/presstv)

DISKUSI: