Erdogan Nyatakan Turki tidak akan Diam jika Rusia Menyokong Haftar di Libya

0
135

KualaLumpur, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam jika “tentara bayaran” Rusia membantu pasukan Khalifa Haftar di Libya.

Seperti dilansir Anatolia, Jumat (20/12/2019), Erdogan dalam wawancara dengan saluran NTV di Kuala Lumpur, Malaysia, mengatakan, “Melalui kelompok yang disebut ‘Wagner , yang secara harfiah bekerja sebagai tentara bayaran untuk Haftar di Libya…  Anda tahu siapa yang membayar mereka?”

Dia melanjutkan, “Ini adalah kebenaran, dan tidak tepat bagi kami untuk tetap diam tentang semua ini. Kami telah melakukan semua yang kami bisa sejauh ini, dan kami akan terus melakukannya.”

Sehari sebelumnya, pemerintah rekonsiliasi Libya yang berkuasa di Tripoli mengumumkan bahwa mereka telah meratifikasi perjanjian militer antara Ankara dan Tripoli, yang membuka jalan bagi kemungkinan adanya bantuan militer Turki di Libya.

Erdogan melontarkan pernyataan tersebut juga beberapa jam setelah sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa intervensi militer asing di Libya hanya dapat memperumit situasi di negara ini.

Baca: Erdogan: Saudi Ancam Usir 4 Juta Orang Pakistan Jika Imran Khan Ikuti KTT Kuala Lumpur

Erdogan mengingatkan bahwa kubu Haftar tidak memiliki legitimasi politik di Libya sehingga tidak seharusnya dilegalkan dengan mengorbankan pemerintah rekonsiliasi pimpinan Fayez al-Sarraj yang diakui secara internasional.

Menurut Erdogan, ada pihak-pihak tertentu, termasuk Mesir, Uni Emirat Arab, Prancis, dan Italia, justru mengabaikan pemerintah al-Sarraj. Dia kemudian menyayangkan apa yang disebutnya keterlibatan Rusia secara diam-diam dalam masalah ini.

Baca: Iran dan Turki Ajak Dunia Muslim Hentikan Dominasi Dolar AS

Beberapa laporan media menyebutkan bahwa ada perusahaan keamanan Rusia, termasuk Wagner, berperang di Libya bersama milisi Haftar, dengan dukungan diam-diam dari Moskow. (mm/raialyoum)

DISKUSI: